Forgot Password Register

Headlines

Golkar akan Tindak Tegas Kadernya yang Korupsi Dana Bansos di NTB

Bendera Golkar (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Bendera Golkar (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Partai Golkar akan menindak tegas kadernya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dana rehabilitasi gempa bumi untuk gedung sekolah. Dalam kasus itu, Kejaksaan telah menetapkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar, Muhir sebagai tersangka.

Pihak lainnya yang diduga terlibat yakni, Kepala Dinas Pendidikan NTB, dan seorang kontraktor.

"Itu kejahatan luar biasa, kami menyayangkan ada kader kami melakukan tindakan seperti itu, kami akan segera mengambil tindakan dalam waktu dekat kita akan nonaktifkan atau bahkan kita pecat," kata Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurni di Jakarta, Sabtu, 15 September 2018.

Baca juga: MA Izinkan Eks Koruptor Nyaleg, Golkar: Caleg Kami Bersih

Pasalnya kata dia, berdasarkan undang-undang korupsi dana bantuan sosial bencana paling tidak diberi hukuman seumur hidup. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan DPD untuk segera menonaktifkan sebagai kader.

"Karena dari undang-undang saja orang yang korupsi Bansos Bencana itu hukumannya seumur hidup jadi itu menurut saya kejahatan luar biasa. Jadi kami akan minta pada DPD kami yang ada di sana untuk segera memberhentikan atau menonaktifkan kader itu," imbuhnya.

Baca juga: Anggota DPRD Mataram Terjaring OTT Saat Minta Jatah Proyek Rehabilitasi Sekolah Korban Gempa

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Mataram menyatakan uang tersebut diduga merupakan pembagian jatah proyek yang diminta anggota DPRD tersebut. Dana tersebut dianggarkan untuk pos anggaran rehabilitasi penanganan pasca gempa bumi untuk gedung SD dan SMP dan sudah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2018.

Dari operasi tangkap tangan petugas menyita beberapa barang bukti diantaranya, uang Rp 30 juta, sebuah motor yang masih terbungkus plastik, sebuah mobil berwarna putih, dan dua buah telepon genggam.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More