Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Ibu dan Bapak Mertua, Komentar Anda Pengaruhi Psikologis Menantu Loh

Ibu dan Bapak Mertua, Komentar Anda Pengaruhi Psikologis Menantu Loh Ilustrasi wanita menangis. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Psikolog TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengatakan ada empat pemicu kepanikan yang kerap menimpa para ibu di Indonesia, salah satunya komentar dari orangtua dan mertua.

"Pertama, komentar dari grandparents, khususnya bagi pasangan yang tinggal bersama orangtua atau mertua," ujar Saskhya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, generasi berbeda pasti memiliki cara berpikir pula, termasuk urusan mendidik anak menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu masa kini. Kerap dihadapkan dengan membesarkan anak sesuai zaman atau mendengarkan orangtua yang memiliki pengalaman lebih.

Kedua, sambungnya, milestone anak. Tumbuh kembang anak itu tidak harus sama antara anak yang satu dengan anak lainnya atau terpatok dengan usia.

Baca juga: Dikaruniai Putri Kembar, Apoy Band 'Wali': Ini Buat Saya Deg-degan

"Ketiga, sulitnya menjadi stay at home mom. Muncul pertanyaan dari para ibu masa kini, manakah yang terbaik untuk anak atau keluarga? Apakah menjadi full time mom atau tidak apa-apa untuk tetap bekerja? Itu yang kerap menjadi kegalauan para ibu masa kini," ungkap Saskhya.

Terakhir, sambungnya, mom shaming atau merendahkan pengasuhan yang dilakukan oleh seorang ibu dari pilihan sang pengkritik.

Baca juga: Jurus Jitu Taklukan Calon Mertua

"Kasus yang sering saya jumpai adalah masalah berat badan anak. Bila berat badan anak tidak naik, nantinya akan menyalahkan sang ibu akibat memberikan makan yang tidak benar," pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: