Pantau Flash
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019

Ingat Ya! Kalau Bumil Stres, Kesehatan Bayi Bisa Terganggu

Ingat Ya! Kalau Bumil Stres, Kesehatan Bayi Bisa Terganggu Ilustrasi hamil (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang ibu yang mengalami stres saat sedang hamil bisa berdampak buruk pada kesehatan si bayi. Penelitian dari Australia dan Amerika Serikat meneliti ibu hamil dan orang-orang di sekitarnya.

Penelitian dari Australian National University (ANU) dan Pennsylvania State University, yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine itu mengukur kadar kortisol wanita hamil saat mengalami stres dan menemukan bayi mereka memiliki masalah kesehatan dalam jumlah yang lebih tinggi.

"Ketika seseorang, termasuk wanita hamil, terpapar stres, kadar kortisolnya naik," jelas penulis utama studi tersebut, Dr Michael Roettger dari ANU seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald.

Baca juga: Begini Metode Agar Bisa Hamil Anak Laki-laki atau Perempuan

"Biasanya tubuh merespons hal itu, tetapi pada orang dengan depresi atau kecemasan tingkat kortisolnya datar, karena mereka terus-menerus stres," tambahnya.

Dalam uji klinis acak, para peneliti melakukan wawancara dengan 132 wanita AS yang usia kehamilannya antara 12 dan 32 minggu. Kumpulan kortisol diambil sebelum dan sesudah diskusi, yang direkam untuk memungkinkan para psikolog menilai stres yang dialami. 

Baca juga: 5 Faktor yang Menjadi Penyebab Mengapa Perempuan Sulit Hamil

Menurut SANE Australia, satu dari lima ibu hamil atau ayah baru akan mengalami kecemasan atau depresi perinatal, yang didefinisikan sebagai kecemasan atau depresi yang terjadi selama kehamilan atau saat 12 bulan pertama kehidupan anak.

Sementara penelitian sebelumnya telah melihat bagaimana stres psikologis selama kehamilan dapat berkorelasi dengan berat bayi saat lahir rendah dan perkembangan kognitif dan fisik yang tertunda, penelitian ini melihat secara khusus pada kemampuan untuk mengatasi stres psikologis umum.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: