Forgot Password Register

Ini Alasan Utama Tersendatnya Pertumbuhan Ekonomi Syariah Versi BI

Ini Alasan Utama Tersendatnya Pertumbuhan Ekonomi Syariah Versi BI Bank Indonesia (BI). (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bank Indonesia menyatakan tingkat literasi keuangan syariah di dalam negeri masih rendah sehingga harus terus ditingkatkan.

"Bahkan masih rendahnya tingkat literasi keuangan ini menjadi penyebab utama tersendatnya pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Anwar Bashori di Solo, Kamis.

Ia mengatakan saat ini tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih di bawah 10 persen. Menurut dia, rendahnya tingkat literasi keuangan syariah tersebut karena wacana dan konsep ekonomi syariah belum ditanamkan sejak dini di kalangan masyarakat.

"Pengetahuan ekonomi syariah baru mulai diajarkan setelah di perguruan tinggi. Itupun kebanyakan hanya bagi mereka yang mengambil jurusan ekonomi syariah," katanya.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Tetap di Angka 4,25 Persen

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berupaya terus meningkatkan literasi keuangan syariah. Ia mengatakan pada edukasi mengenai keuangan syariah, masyarakat diperkenalkan bahwa bukan hanya lembaga keuangan yang memiliki konsep syariah tetapi juga industri ekonomi lain.

"Seperti misalnya ada sertifikasi halal, baik untuk makanan, obat-obatan, dan komestik," katanya.

Menurut dia, upaya menggarap sektor tersebut di Indonesia cukup terlambat mengingat di sejumlah negara yang selama ini mayoritas umat muslimnya hanya sedikit justru sudah mampu menangkap peluang tersebut, di antaranya adalah Thailand, Jepang, dan Australia.

Meski demikian, pihaknya optimistis jika potensi pasar syariah yang ada di dalam negeri dapat dimaksimalkan dengan baik maka akan meningkatkan sektor tersebut secara signifikan.

Baca juga: Ini 4 Regulasi Strategis Kemendag Hadapi Bulan Ramadan

"Mengenai gerakan ekonomi syariah di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman pra kemerdekaan, seperti misalnya pada zaman dahulu ada Serikat Dagang Islam dan Muhammadiyah," katanya.

Bahkan, pihaknya optimistis jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, maka Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah terbesar di dunia.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah tersebut berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya melakukan edukasi kepada sejumlah lembaga pendidikan formal dan pendampingan ekonomi kepada pesantren melalui produk yang dihasilkan.

"Kami ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan terkait pengembangan syariah kepada generasi muda, konkritnya kami melakukan pendampingan kepada mereka," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More