Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Ini Dia Tokoh Pendukung Prabowo yang Terseret Kasus Makar

Headline
Ini Dia Tokoh Pendukung Prabowo yang Terseret Kasus Makar Deklarasi kemenangan Prabowo (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Sederet tokoh pendukung pasangan calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, satu persatu harus berurusan dengan hukum karena dilaporkan ke polisi oleh sejumlah pihak atas dugaan makar.

Terbaru, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana ditangkap polisi saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka makar lantaran menyerukan people power untuk memprotes hasil Pilpres 2019.

Selain Eggi, beberapa tokoh seperti Kivlan Zen dan Permadi dilaporkan atas dugaan yang mirip dengan Eggi namun masih berstatus saksi.

Baca juga: Penggal, Tembak, hingga Meme, Ini 5 Kasus Penghinaan pada Jokowi

Lalu Siapa Saja Pendukung Prabowo Yang Terjerat Kasus Makar?

Berikut rangkuman redaksi Pantau.com terkait beberapa tokoh di lingkaran Prabowo yang ikut terseret kasus dugaan makar:

1. Eggi Sudjana

pendukung prabowo yang terjerat kasus makar egi sudjana

Eggi Sudjana (Foto: Pantau.com)

Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya sebelumnya menindaklanjuti laporan kepada Eggi Sudjana atas kasus penghasutan terkait people power yang dilaporakan oleh Supriyanto salah satu relawan dari Jokowi-Maruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri pada Jumat, 19 April 2019.

Laporan teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Pada hari Rabu, 8 Mei 2019, Eggi resmi menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka. Polisi mengklaim penetapan tersangka terhadap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu setelah melewati serangkaian pemeriksaan saksi-saksi dan bukti yang telah dikumpulkan.

Baca juga: 5 Tokoh Pendukung Prabowo Subianto yang Terjerat Kasus

"Penetapan tersangka itu berdasarkan bukti permulaan yakni pemeriksaan enam saksi, empat keterangan ahli, petunjuk barang bukti seperti video, dan pemberitaan di media online," jelas Argo di Polda Metro Jaya, Kamis, 9 Mei 2019.

Usai pengumpulan barang bukti dan keterangan para saksi, sambung Argo, penyidik kemudian melakukan gelar perkara. Dalam gelar perkara itulah, penyidik meningkatkan status Eggi Sudjana dari terlapor menjadi tersangka.

"Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik memaparkan keterangan saksi, keterangan ahli dan barang bukti. Gelar perkara tersebut menyimpulkan bahwa untuk status saksi atau terlapor Eggi Sudjana dinaikkan menjadi tersangka," cetus Argo.

Hingga pada perkembangannya, saat menjalani pemeriksaan penyidik pada hari ini Selasa (14/5/2019), Eggi ditangkap oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam kurun waktu 1x24 jam sejak dikeluarkannya surat penangkapan tersebut.

2. Kivlan Zen

kivlan zen

Kivlan Zen (kanan) (Foto: Antara)

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen juga harus menjalani pemeriksaan polisi atas laporaan oleh seseorang bernama Jalaludin asal Serang, Banten dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.

Baca juga: Diperiksa Polisi 5 Jam, Kivlan Zen: Saya Anggap Ini Sudah Selesai!

Kivlan dilaporkan terkait video seruan aksi demonstrasi di depan Gedung KPU RI dan Bawaslu pada Kamis, 9 Mei 2019. Atas laporan ini, Kivlan diperiksa selama lima jam oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

Kivlan mengaku dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik sejak sekitar pukul 10.30 hingga 15.30 WIB terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Namun Kivlan membantah dan menjelaskan dirinya bukanlah sebagai inisiator unjuk rasa terkait video tersebut.

"Saya hanya berbicara saja, bukan inisiator unjuk rasa itu. Sudah ada pemberitahuan ke polisi soal unjuk rasa itu kok. Bukti-buktinya sudah diberitahukan ke polda dan polres, ya saya bicara. Apa buktinya makar. Kan itu semua kebebasan, kalau dituduh makar ya runtuhlah dunia ini,” jelasnya.

3. Permadi

permadi

Permadi (tengah) (Foto: Youtube)

Politikus Gerindra Permadi dilaporkan ke polisi atas pernyataan 'revolusi' dalam sebuah video yang beredar. Permadi dinilai menimbulkan keonaran atas pernyataannya itu.

Warga bernama Stefanus Asat Gusma dan Josua Viktor sebagai Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya.

Laporan pertama itu dilayangkan oleh Gusma ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya sore tadi, kemudian disusul oleh laporan Viktor. Laporan itu berkaitan pernyataan Permadi yang menyebut revolusi.

Baca juga: 5 Tokoh Pendukung Prabowo Subianto yang Terjerat Kasus

Dalam video berdurasi 8 menit 13 detik yang diunggah salah satu akun YouTube Citra Politik, dilihat Pantau.com, Selasa (14/5/2019), Permadi berbicara tentang revolusi dalam satu ruangan dengan sejumlah orang duduk melingkar berhadapan.

Laporan Gusma itu teregister pada LP/2885/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Sedangkan Laporan Viktor teregister pada LP/2890/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Untuk pasal yang diterapkan dalam kedua LP itu adalah pasal dugaan makar, yang masuk dalam Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 4 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

4. Lius Sungkharisma

lius sungkharisma

Lius Sungkharisma (Foto: Antara)

Aktivis Tionghoa-Indonesia yang juga merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Lius Sungkharisma juga dilaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar ke Bareskrim Polri.

Laporan terhadap Lieus dilakukan oleh Eman Soleman, dan diterima dengan nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Baca juga: Prabowo Curiga Kasus Bachtiar Nasir Terkait Ijtimak Ulama III

Dalam laporan tersebut, Lieus dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: