Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Joko Driyono Resmi Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Headline
Joko Driyono Resmi Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya Joko Driyono (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola resmi menahan Joko Driyono terkait kasus perusakan barang bukti pengaturan skor. Penahanan itu dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara.

Kepala Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan penahanan Joko Driyono untuk proses penyidikan. Pasalnya, dalam beberapa kali panggilan pemeriksaan, eks plt ketum PSSI itu tak kunjung datang.

"Dalam proses pemeriksaan dari Januari hingga Maret baik saksi maupun tersangka, (JD) beberapa kali tidak hadir. Pada hari ini, 25 Maret 2019 saudara JD hadir dan tadi pukul 10.00 WIB dilakukan pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara dan pukul 14.00 WIB. Satgas Antimafia Bola telah lakukan penahanan terhadap JD untuk proses penyidikan selanjutnya," ujar Hendro di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Baca juga: Sempat Beberapa Kali Mangkir, Joko Driyono Penuhi Panggilan Polisi

Selain alasan itu, lanjut Hendro, Jokdri juga diduga berkaitan dengan kasus pengaturan skor di beberapa pertandingan yang dilakukan tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih. 

Sebab, usai penyidik menggeledah kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, ditemukan perusakan barang bukti dan upaya penghilangan dokumen.

"Kemudian satgas menggeledah kantor Komisi Disiplin, ternyata di situ ada perusakan area penyegelan, perusakan dan upaya penghilangan barang bukti berupa dokumen," tegas Hendro.

Baca juga: Ini yang Didalami Polisi Terkait Pemeriksaan Joko Driyono

Kini Jokdri telah mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya lantaran dijerat dengan Pasal 363 KUHP, Pasal 232 KUHP, Pasal 233 KUHP dan Pasal 235 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

"(Jokdri) Ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Mulai 25 maret sampai 13 april 2019 hari ke depan. Ancaman 7 tahun penjara. Pencekalan 6 bulan dna belum habis," tandas Hendro.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: