Forgot Password Register

Headlines

Kasus Korupsi di Perum Jasa Tirta II Rugikan Negara Rp3,6 Miliar

Kasus Korupsi di Perum Jasa Tirta II Rugikan Negara Rp3,6 Miliar Ilustrasi suap (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp3,6 miliar akibat korupsi pengadaan pekerjaan Jasa Konsultasi di Perum Jasa Tirta II Tahun 2017. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan angka tersebut merupakan keuntungan yang diterima pihak swasta Andririni Yaktiningsasi ketika melaksanakan perencanaan strategis korporat dan proses bisnis serta perencanaan komprehensif pengembangan SDM PJT II.

Baca juga: Dirut Perum Jasa Tirta II Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

"Jumlah tersebut diduga merupakan keuntungan yang diterima AY dari kedua pekerjaan itu atau setidaknya lebih dari 66 persen dari pembayaran yang diterima," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018). 

Ia menambahkan, Andririni mengerjakan dua pekerjaan tersebut atas arahan dari Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro. Dalam pengerjaannya Andririni menggunakan bendera PT Bandung Management Economic Center (BMEC) dan PT 2001 Pangripta. 

Realisasi penerimaan pembayaran untuk pelaksanaan proyek sampai dengan 31 Desember 2017 untuk kedua pekerjaan tersebut adalah Rp5.564.413.800. Sebanyak Rp2,2 miliar di antaranya untuk perencanaan strategis korporat dan proses bisnis. Dan Rp3,36 miliar lainnya untuk perencanaan komprehensif pengembangan SDM PJT II sebagai antisipasi pengembangan usaha perusahaan. 

Baca juga: Jelang Persidangan, Tempat Penahanan Adik Ketua MPR Dipindahkan KPK

"Diduga nama-nama para ahli yang tercantum dalam kontrak hanya dipinjam dan dimasukkan dalam dokumen PT BMEC dan PT 2001 Pangripta sebagai syarat administrasi mengikuti lelang. Diduga pelaksanaan lelang dilakukan dengan rekayasa dan formalitas dengan membuat penanggalan dokumen administrasi lelang dengan cara backdate," papar Febri. 

Sebelum memerintahkan Andririni, Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro lebih dulu melakukan revisi anggaran dengan mengalokasikan tambahan anggaran pada pekerjaan pengembangan SDM dan strategi korporat yang awalnya senilai Rp2,8 miliar menjadi Rp9,55 miliar. Dengan rincian, untuk perencanaan strategis korporat dan proses bisnis sebanyak Rp3,82 miliar dan perencanaan komprehensif pengembangan SDM PJT II sebesar Rp5,73 miliar. 

"Perubahan tersebut diduga dilakukan tanpa adanya usulan baik dari unit lain dan tidak sesuai aturan yang berlaku," terang Febri. 


Share :
Komentar :

Terkait

Read More