Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Kisah Heroik Seorang Ayah Lindungi Anak dari Serangan Teror di Masjid

Headline
Kisah Heroik Seorang Ayah Lindungi Anak dari Serangan Teror di Masjid Polisi melakukan investigasi di masjid Linwood. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Serangan teror yang terjadi pada dua masjid di Selandia Baru, Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christchurch, memakan 49 korban. Kejadian itu terjadi pada Jumat 15 Maret 2019, menjadi hari paling kelam.

Kisah heroik dihadapi Zulfirman Syah, seorang ayah muda menyelamatkan nyawa putranya yang berusia 2 tahun ketika ditembaki di Masjid Linwood.

Istri Zulfirman, Alta Marie, tengah memasak di dapur. Alta menerima telepon dari suaminya, namun suara dalam panggilan itu tidak begitu jelas. Kemudian dirinya menerima kabar ada serangan di masjid di Christchurch. Wanita kelahiran Amerika Serikat itu tersadar kalau suaminya baru saja pergi dengan anak mereka untuk sholat Jumat.

Alta pun berbagi kisah heroik suaminya di media sosial. "Suamiku melindungi putra kami selama serangan di Masjid Linwood, yang menyebabkan dia menerima sebagian besar peluru dan cedera yang jauh lebih kompleks daripada putra kami," tulisnya.

Diketahui, Zulfirman menerima tembakkan di beberapa bagian tubuhnya. Untung, kini keadaannya sudah membaik sejak menerima perawatan dari Rumah Sakit.

Baca Juga: Polisi Selandia Baru Cabut Larangan Dekati Masjid Usai Serangan Teror


"Dia berada dalam kondisi stabil setelah eksplorasi ekstensif dan operasi rekonstruksi yang dia lakukan sebelumnya hari ini," lanjut Alta dalam laman Facebook miliknya.

"Ketika dia masih berada di unit perawatan intensif pada tahap ini, dia akan dipindahkan ke bangsal umum. Sementara jalan menuju pemulihan akan lama, kondisinya baru membaik sejak ia tiba di rumah sakit kemarin. Sore ini dia mendapat kunjungan dari duta besar Indonesia, yang membangkitkan semangatnya," tambahnya.

Usai kejadian teror itu, Alta akhirnya bertemu kembali dengan putranya yang berusia dua setengah tahun, Averroes, setelah berjam-jam mencari informasi. Dia mengatakan anaknya menderita luka ringan, termasuk luka tembak pada kaki dan punggung.

"Dia menjalani operasi pagi ini untuk mengeluarkan beberapa pecahan peluru sambil memeriksa cedera internal. Dia pulih dengan baik dan kembali ceria sambil dijaga oleh staf di bangsal anak-anak untuk dihibur agar bisa kembali energik," tulisnya.

Atas kejadian itu Alta sangat bersyukur keluarganya bisa selamat. Maklum saja, banyak nyawa yang hilang dari serangan teror di Selandia Baru pada Jumat mencekam itu.

Baca Juga: Kisah Aksi Heroik Penjaga Masjid Merebut Senjata Pelaku Penembakan

"Saya bersyukur bahwa anggota keluarga saya masih hidup, karena banyak nyawa yang hilang selama serangan ini. Tolong ingatkan orang-orang dalam pikiran dan doa Anda," kata Alta.

Zulfirman Syah. (Foto: Facebook)

Untuk diketahui, Zulfirman merupakan warga Indonesia yang baru saja pindah ke Selandia Baru. Ia dikenal sebagai seniman berbakat dan pekerja keras, sementara Alta adalah bule Amerika yang telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun yang memiliki impian untuk menetap di Selandia Baru bersama keluarganya.

Seperti dikutip dari NZHerald, Minggu (17/3/2019) Alta yang merupakan freelancer tengah membangun keluarga barunya yang baru saja pindah dari Indonesia ke Selandia Baru.

Dalam sebuah situs, Jodi Puhalla mengatakan untuk meminta dukungan Anda beserta keluarga ini yang sekarang terhuyung-huyung dari serangan teror. Dimana Alta sekarang harus menghentikan sebagian besar pekerjaannya untuk merawat suami dan putranya.

"Karena mereka baru di daerah itu, mereka tidak memiliki keluarga dan teman di dekat mereka untuk dukungan emosional atau keuangan. Tolong bantu meringankan tekanan keuangan mereka saat mereka sembuh dari mimpi buruk ini," tulisnya.

Saat ini donasi telah mengumpulkan lebih dari $ 14.000. Puhalla mengatakan uang itu akan digunakan untuk pengeluaran medis dan biaya rumah tangga yang tidak tertutup sementara.

"Mari kita bantu memulihkan kedamaian mereka dan menangkal aksi kekerasan yang mengerikan ini," tulisnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Internasional

Berita Terkait: