Forgot Password Register

Lembaga Kemanusiaan Desak Dunia Internasional Buka Mata untuk Krisis Yaman

Lembaga Kemanusiaan Desak Dunia Internasional Buka Mata untuk Krisis Yaman Elias Ferial (2) sedang ditimbang di bangsal perawatan malnutrisi di rumah sakit al-Thawra di Hodeidah. (Foto: Reuters/Abduljabbar Zeyad)

Pantau.com - Lembaga kemanusiaan pada Kamis (6 Desember 2018) mendesak masyarakat lokal dan internasional agar bekerjasama untuk mengatasi tantangan dalam pengiriman pasokan dasar kepada mereka yang memerlukan di negara yang dicabik perang, Yaman.

"Kami menyaksikan krisis kemanusiaan paling rumit di dunia, yakni Yaman, tempat sedikitnya 13 juta warga sipil telah berjuang melawan kelaparan, kemarau dan perang, semuanya dalam waktu yang bersamaan," kata Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Kerem Kinik dalam satu pernyataan mengenai bantuan kemanusiaan di Istanbul, Turki.

Saat menyoroti parahnya situasi di Yaman, Kinik berbicara mengenai kelaparan, kurang gizi, dan kelangkaan pasokan medis sebagai ancaman paling nyata yang dihadapi negara itu.

Baca juga: Jerman-Finlandia-Denmark Desak Uni Eropa Hentikan Perdagangan Senjata ke Arab Saudi

Arab Saudi yang didukung oleh koalisi Arab, melancarkan campur tangan militer di Yaman pada Maret 2015 untuk memulihkan kekuasaan Pemerintah Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi, yang dipaksa hidup di pengasingan oleh gerilyawan Al-Houthi. Sejak itu, lebih dari 10.000 warga Yaman, kebanyakan warga sipil, telah kehilangan nyawa mereka, sementara tiga juta orang lagi telah meninggalkan tempat tinggal mereka.

Babak paling akhir pembicaraan perdamaian mengenai Yaman di Swedia dijadwalkan akan berlangsung selama satu pekan.

"Masyarakat Bulan Sabit Merah Turki memiliki staf tetap di negeri tersebut, tapi kami menghadapi kondisi yang sangat sulit dalam mengirim bantuan kami," kata Kinik, sebagaimana dikutip Xinhua.

Baca juga: Perang di Yaman Akibatkan 85.000 Anak-anak Tewas karena Kelaparan

Kinik dan timnya dijadwalkan pergi ke Yaman untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak terkait mengenai pembagian bantuan kemanusiaan di wilayah itu.

Pemimpin Kantor Masyarakat Bulan Sabit Merah dan Federasi Palang Merah Internasional Metter Petersen mengatakan keamanan dan akses pasokan bantuan dasar kemanusiaan merupakan tantangan terbesar buat warga lokal dan lembaga bantuan yang beroperasi di Yaman.

"Kami berusaha mengembangkan kemampuan organisasi kemanusiaan lokal di negeri itu agar bisa memberi tanggapan dengan cepat," kata Petersen.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah mengirim bantuan dengan jumlah USD USD100 juta untuk Yaman tahun ini.

Wakil Kepala Divisi Operasi dan Kerja Sama Kemitraan dan Koordinasi Katy Attfield mengatakan, lembaganya telah bertemu dengan bermacam pemerintah di Yaman untuk memastikan mereka menerima akses ke pasokan medis, air, dan pangan.

Baca juga: Menengok Krisis Kemanusian di Yaman, Peristiwa Terburuk Abad Ini

"Yang paling penting, kami berusaha menemukan cara untuk melindungi korban dari konflik," kata Attfield.

Konferensi di Istanbul mempertemukan bermacam organisasi bantuan kemanusiaan, termasuk Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahun dan Kebudayaan PBB (UNESCO) serta Dokter Tanpa Perbatasan (MSF).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More