Pantau Flash
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games
Kabar Buruk, PHK Pekerja Nissan Bertambah Hingga 10.000

Lewat Foto Rasis, Trump Tuding Demokrat Inginkan Tutup Instansi Lain

Lewat Foto Rasis, Trump Tuding Demokrat Inginkan Tutup Instansi Lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pantau.com - Shutdown atau penutupan pemerintah pusat terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat, disebabkan oleh Partai Demokrat yang menolak untuk menyetujui permintaan Trump sebesar USD5,7 miliar untuk tembok perbatasan AS-Meksiko, telah berakhir setelah Trump setuju untuk membuka kembali pemerintahan dan menandatangani perjanjian sementara anggaran untuk instansi pemerintah hingga 15 Februari.

Presiden Donald Trump telah mengklaim, Demokrat mungkin menginginkan penutupan pemerintah lainnya seperti mereka yang menginginkan 'subjek baru' untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu kontroversi dengan foto di buku tahunan Gubernur Virginia, seperti dilansir Sputnik, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Viral! Pidato Kenegaraan Trump Dihadiah Tepukan 'Nyeleneh' Nancy Pelosi

Foto tersebut memperlihatkan seorang laki-laki dengan wajah bercat hitam berdiri di samping seseorang yang mengenakan jubah Ku Klux Klan. Ku Klux Klan adalah kelompok rasis ekstrem di Amerika Serikat yang berjuang menghabisi warga kulit hitam dan warga minoritas di AS.

Baca juga: Elizabeth Warren: saat Pilpres 2020, Trump Mungkin Sedang Meringkuk di Penjara

Pernyataan tersebut datang ketika negoisator di Capitol Hill menemukan jalan buntu atas dana yang diusulkan Trump untuk tembok perbatasan. Sementara itu, kepala staf Gedung Putih juga telah memperingatkan bahwa shutdown baru masih ada dalam pilihan Trump.

Saat ini, Trump berpendapat bahwa Demokrat telah menawarkan 'hal mengerikan' untuk Komite Perbatasan, yang mengalihkan perhatian dari hal-hal yang merugikan agenda mereka. Hal tersebut bisa diklaim bisa menyebabkan shutdown atau penutupan pemerintah lainnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: