Forgot Password Register

Literasi Fintech di Indonesia Masih Rendah di Tengah Potensi Besar

Literasi Fintech di Indonesia Masih Rendah di Tengah Potensi Besar Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech lndonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman (ketiga dari kanan) (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Perkembangan teknologi yang demikian pesat mendorong munculnya industri baru. Salah satunya digitalisasi jasa keuangan atau Financial Technology.

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech lndonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman menyatakan, fintech dapat menjadi alternatif bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun masih banyak yang belum paham untuk memanfaatkannya.

"Fintech merupakan salah satu alternatif solusi keuangan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, namun belum banyak yang paham betul akan fintech," ujarnya dalam acara Indonesia Fintech Fair 2018, di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: YLKI: Banyak Aduan Konsumen Transaksi Belanja online dan Perbankan

Padahal berdasarkan Survei Nasional Literasi dan lnklusi Keuangan 2016, saat ini indeks literasi keuangan sebesar 29,7 persen angka ini masih cukup kecil. Kepala Departemen Literasi dan lnklusi Keuangan, Sondang Martha Samosir menilai angka ini dapat ditingkatkan jika ada kerjasama yang baik antara pemangku kebijakan. 

"Isu tersebut baru dapat ditangani apabila seluruh aspek masyarakat mampu bekerja sama dengan baik," katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, tugas untuk mengedukasi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga terkait namun juga para pelaku industri.

"Tugas untuk mengedukasi masyarakat di bidang keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK sebagai regulator tetapi juga para pelaku industri, termasuk pelaku fintech ini yang telah memberi kemudahan dalam berbagai urusan keuangan masyarakat," paparnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More