Forgot Password Register

Headlines

Lorenzo Ditangkap Polisi karena Jadi PSK Gay, Sekali Kencan Tarifnya Rp5 Juta

Lorenzo Ditangkap Polisi karena Jadi PSK Gay, Sekali Kencan Tarifnya Rp5 Juta Tersangka saat ditanya Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (Foto: Tribratanews Polda Jatim)

Pantau.com - Polisi tengah mendalami kasus prostitusi sesama jenis sekaligus pemerasan yang melibatkan tersangka bernama Supriadi alias Lorenzo (29). Dalam menjalankan aksinya, pekerja seks komersial gay itu mencari klien dari media sosial Locanto dan berlanjut ke WhatsApp.

"Dia menggunakan Facebook, Instagram, Whastapp sama aplikasi Locanto. Sama ada kelompok-kelompok gay. Kami dalami grup Whatsapp. Ini kasus agak aneh," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Surabaya, Selasa (20/11/2018).

Baca juga: Seorang Tersangka Pembunuhan di Diskotek Bandara Pernah Aniaya Pedagang Kopi

Dalam membuka layanan prostitusinya, tersangka tidak hanya melayani pria saja. Bahkan juga membuka layanan untuk wanita.

"Kalau cowok tarifnya Rp 3-5 juta shortime. Kalau luar kota Rp 15-20 juta. Tapi kalau cewek, dia tidak pasang tarif," katanya.

Luki menambahkan, kepada penyidik, tersangka mengaku membuka jasa prostitusi sesama jenis atau gay ini sejak lama yakni sejak tahun 2016 lalu.

Pihak Polda Jatim saat ini tengah meneliti alat komunikasi tersangka terkait hubungan seksual sesama jenis agar tidak berkembang di wilayah itu.

"Ini akan kami antisipasi dan sosialisasikan kepada masyarakat. Khususnya keluarga untuk mengantisipasi agar perilaku menyimpang ini jangan sampai menyebar khususnya di wilayah Polda Jatim," katanya.

Baca juga: Tiga Otak Pembunuhan Diskotek Bandara Tertangkap, Belasan Tersangka Lain Masih Diburu

Sebelumnya kasus ini bermula saat Lorenzo berkencan dengan salah satu kliennya yang berjenis kelamin laki-laki. Namun diam-diam ia merekam hubungan intimnya. Rekaman itu pun digunakan Lorenzo untuk memeras korban dengan mengancam akan menyebar rekaman itu ke keluarga dan teman korban.

Agar tidak disebar, Lorenzo meminta uang tebusan senilai Rp750 juta. Belakangan setelah negosiasi, akhirnya disepakati Rp500 juta. 

"Namun korban baru transfer Rp 5 juta," kata Luki.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More