Pantau Flash
Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Kunciran-Serpong Siang Ini
Retno dan Prabowo Sambut Menhan-Menlu Australia di Bali
Sri Mulyani Klaim Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Ulah Eks Dirut Garuda
Menlu dan Menhan Adakan Pembicaraan dengan Australia Bertajuk '2+2'
Indonesia Tantang Myanmar di Semifinal SEA Games 2019

Marak Liquid Vape Mengandung Narkoba, Polisi Minta Pemerintah Perketat Aturan

Headline
Marak Liquid Vape Mengandung Narkoba, Polisi Minta Pemerintah Perketat Aturan Ilustrasi Vape (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat Narkoba Reborn Cartel yang menggunakan modus meracik narkoba jenis ekstasi sehingga menjadi liquid vape (cairan rokok elektrik).

Bahkan dalam pembuatan liquid narkoba yang diberi nama 'Illusion', sindikat itu menggunakan alat-alat cangih yang dibeli dari luar negeri secara online. Kasus ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya, polisi juga pernah mengungkap kasus serupa namun yang mengandung ganja. 

Baca juga: Polisi Bongkar Pabrik Liquid Vape Mengandung Narkoba yang Didalangi Pasutri Muda

Berkaca dengan maraknya peredaran narkoba dengan modus liquid vape, Polda Metro Jaya mengharapkan pemerintah terkait untuk memperketat peraturan peredaran liquid vape atau alat vape itu sendiri.

"Pihak kepolisian Polda Metro Jaya mengharapkan untuk meninjau ulang peraturan masuknya vape elektrik ini. Kalau bisa ini ditinjau ulang peraturan (liquid vape) bisa masuk ke Indonesia," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Bahkan, Argo juga berharap jika pihak terkait membuat peraturan atau larangan keras terkait keberadaan vape di Indonesia. Sebab, dengan adanya rokok elektrik itu, banyak oknum-oknum tak bertanggung jawab yang dapat memanfaatkan hal itu secara negatif.

Baca juga: Jaringan Liquid Vape Mengandung Narkoba Dibekuk Polisi, 4 Pelaku Masih Diburu

Menurut Argo, dengan adanya oknum-oknum itu nantinya para generasi muda yang penasaran dengan adanya rokok elektrik akan ikut mencoba dan pada akhirnya kecanduan.

"Jangan sampai ini malah membuat resah di masyarakat. Kalau perlu pabrik ini (vape elektrik) tidak boleh masuk ke Indonesia, karena masih banyak generasi bangsa kita yang menginginkan clear. Artinya bisa mengembangkan ide-idenya tanpa adanya narkotika untuk pembangunan bangsa dan negara ini," papar Argo.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional