Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Mengurus Anak Tak Perlu Perfeksionis, Rileks Saja

Mengurus Anak Tak Perlu Perfeksionis, Rileks Saja Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Para calon orangtua diharapkan mempersiapkan segala hal secara matang sebelum memiliki anak karena akan muncul tantangan besar dalam membesarkan hingga mendidik sang buah hati, menurut psikolog klinis keluarga, Monica Sulistiawati.

Baca juga: Bukan Faktor Usia, Tapi Ini yang Jadi Pertimbangan Orangtua Beri Gadget ke Anak

Ia mengatakan, memiliki seorang anak juga membutuhkan kesepakatan kedua belah pihak dalam hal ini suami dan istri. Apabila salah satunya tidak siap, akan berpengaruh pada psikologis anak di kemudian hari.

"Orangtua itu sebenarnya enggak siap jadi orangtua. Karena rata-rata kalu sudah menikah ya punya anak, tiba-tiba jadi ibu. Makanya seelum punya anak harus disiapkan matang-matang," ujar Monica dilansir dari Antara.

"Punya anak itu banyak sebabnya, ada yang tuntutan umur, tuntutan orangtua atau omongan orang karena dianggap jelek kalau enggak punya anak. Ketidaksiapan si ibu ini akan mempengaruhi anak di kemudian hari," lanjutnya.

Menurut Monica, suami istri harus saling berkomunikasi apakah keduanya sudah siap memiliki anak atau belum. Jangan sampai, hanya satu pihak saja yang menginginkan kehadiran anak.

"Harus ada kesepakatan, sudah siap belum untuk memiliki anak. Jangan sampai yang suaminya mau punya anak, isrinya belum mau. Jadi orangtua memang tidak ada sekolahnya tapi memiliki anak itu butuh persiapan yang sangat matang. Kalau enggak siap lebih baik enggak punya anak,' jelas Monica.

Baca juga: Benarkah Gadget Merusak Psikologis Anak? Begini Faktanya..

Ketika sudah menjadi orangtua, Monica juga menyarankan agar tidak perlu menjadi perfeksionis. Sebab, orangtua juga bisa melakukan kesalahan.

"Makanya saya enggak bilang mengurus anak itu, enggak gampang tapi bukan berarti susah juga. Saya lebih senang bilang challenging. Santai saja, asuh anak sebaik-baiknya dan tidak [erlu jadi perfeksionis untuk anak. Direktur perusahaan besar saja enggak bisa kok mengurus semua hal. Jadi rileks saja," jelasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: