Pantau Flash
Harga Emas Jatuh Dipicu Kuatnya Dolar AS
Menko Kemaritiman dan Investasi Dukung Ekspor Benih Lobster
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior

Meski Disulap Jadi GOR, Prostitusi di Gang Boker Ciracas Tetap Bergeliat

Headline
Meski Disulap Jadi GOR, Prostitusi di Gang Boker Ciracas Tetap Bergeliat Kawasan prostitusi Gang Boker, Ciracas, Jakarta Timur, sejak tahun 2003 telah berubah fungsi menjadi Gelanggang Olahraga Ciracas, Jumat (25/7/2019). (Foto: Antara/Adnan Nanda)

Pantau.com - Meski kawasan Boker, Ciracas, Jakarta Timur, telah beralih fungsi menjadi gelanggang olahraga (GOR) Ciracas, namun hingga kini praktik prostitusi masih berjalan.

Pemerintah menyulap lokalisasi Gang Boker menjadi gelanggang olahraga pada tahun 2003. Namun, bisnis prostitusi di lokasi tersebut seolah menemukan cara untuk tetap hidup dengan berpindah ke rumah-rumah kontrakan yang ada di sekitarnya.

"Nggak mempan meski dijadikan GOR, karena pelanggannya tetap mencari hiburan. Jadinya, sekarang PSK-nya standby di rumah kontrakan yang ada di sekitar sini juga," kata seorang warga Kelurahan Susukan bernama Makruf.

Baca juga: Nekat! Masih 18 Tahun, Gadis ini Jadi Germo Prostitusi Online

Menurut Makruf, lokalisasi memang sempat vakum selama beberapa bulan setelah berdirinya GOR Ciracas. Namun kegiatan bisnis esek-esek di kawasan tersebut kembali bergeliat secara terang-terangan.

Lagipula, lanjutnya, masyarakat sekitar selama ini seolah tidak merasa terganggu dengan kehadiran para penjaja cinta di Gang Boker.

"Udah dari lama begini, ya begini aja terbiasa. Maklum, mungkin banyak warga di sini yang hidupnya memang tergantung dari kegiatan semacam itu," tambah Makruf.

Baca juga: Infografis 5 Negara yang Membolehkan Adanya Pelacuran

Meski demikian, kata Makruf, ada juga anggota lapisan masyarakat yang gerah dengan keberadaan rumah-rumah kontrakan penjaja seks.

"Ya wajarlah namanya juga hidup bermasyarakat pasti ada pro-kontra. Kalau mau bicara baik buruk ya memang seharusnya tempat semacam itu tidak ada. Tapi kenyataannya begini mau dibilang apa," jelasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: