Pantau Flash
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet
Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen
Industri Manufaktur Diramalkan Jadi Pengguna 5G Pertama

Miliki Energi Panas Bumi, Sri Mulyani: Indonesia Terbesar di Dunia

Miliki Energi Panas Bumi, Sri Mulyani: Indonesia Terbesar di Dunia Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Foto: Humas Kemenkeu)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan proyek tenaga listrik panas bumi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proyek percepatan pembangunan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik yang makin meningkat.

"Dengan perekonomian Indonesia yang tumbuh di atas 5 persen dan tingkat urbanisasi yang meningkat serta growing middle class yang sangat solid maka kita sudah paham bahwa kebutuhan terhadap tenaga listrik tidak akan menurun tapi justru akan makin meningkat," ujarnya seperti dilansir situs Kementerian Keuangan.

Hal ini disampaikannya dalam acara ground breaking secara simbolis untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) unit II Dieng dan Patuha oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan pada Kamis (25 April 2019).

Baca juga: Di Depan Xi Jinping, JK Diskusi Kereta Cepat Indonesia, Nego?

Ground breaking Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 merupakan langkah konkret Geo Dipa sebagai BUMN Panas Bumi dan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan dengan misi mendukung program Pemerintah dalam penyediaan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi kepada Indonesia.

"Untuk bisa memenuhi kebutuhan permintaan yang terus meningkat dan sekaligus untuk memberikan hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia terhadap akses listrik ini dibutuhkan suatu kerjasama yang luar biasa bagi semua pihak," tambah ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tujuan pertama ground breaking unit II Dieng dan Patuha adalah merangkai seluruh tujuan dan kebutuhan listrik yang terus meningkat. Kedua, untuk mendukung tercapainya SDGs (Sustainable Development Goals) termasuk pengurangan kemiskinan. Ketiga, mendukung tercapainya komitmen global dalam memerangi perubahan iklim. Keempat, untuk memenuhi tercapainya target 23 persen komposisi bauran energi di Indonesia yang berasal dari energi yang baru dan terbarukan.

"Bahwa energi terbarukan Indonesia yang ingin mencapai 23 persen itu salah satunya yang potensi terbesar adalah dari geothermal dan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi terbesar di dunia di dunia bukan di ASEAN bukan di Pasifik tapi di dunia," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Ketinggalan Promo Pemilu? Tenang, Ada Diskon 50 Persen di May Day Nih

Sebagai informasi, Geo Dipa melanjutkan pembangunan PLTP unit II, Dieng & Patuha masing-masing sebesar 60 MW yang akan selesai pembangunannya di tahun 2023.  Geo Dipa juga sedang membangun sendiri  10-15 MW Small Scale Power Plant dan 10-15MW Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022.  Sehingga pada tahun 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: