Forgot Password Register

Nah! Pemerintah Diminta Evaluasi Efektivitas Mekanisme Impor Pangan

Nah! Pemerintah Diminta Evaluasi Efektivitas Mekanisme Impor Pangan Sejumlah siswa mengikuti materi praktikum pengolahan lahan pertanian di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Pantau.com/Aditya Pradana Putra)

Pantau.com  Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyampaikan pelbagai kebijakan terkait mekanisme impor pangan yang tidak efektif, agar dapat dievaluasi karena terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan domestik.

"Tidak efektifnya mekanisme impor pangan diperjelas dengan pembuktian beberapa fenomena perdagangan impor untuk beberapa komoditas," kata Peneliti CIPS, Novani Karina Saputri.

Menurut dia, beberapa mekanisme tersebut antara lain adalah penerbitan persetujuan impor yang tidak melalui pembahasan dalam rapat koordinasi dan tanpa rekomendasi dari kementerian teknis, ketidaklengkapan dokumen persyaratan pendukung impor, dan lemahnya sistem pemantauan realisasi impor.

Baca juga: Ini Cara Perkecil Risiko untuk Asuransi Pertanian

Ia memaparkan, salah satu mekanisme yang disebut tidak efektif oleh BPK adalah penerbitan persetujuan impor dalam menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga yang tidak melalui rapat koordinasi dan tanpa rekomendasi dari kementerian teknis. Karenanya, Ia melanjutkan, pemerintah perlu mengkaji ulang apakah mekanisme impor melalui rapat koordinasi ini benar-benar efektif dan diperlukan.

"Sistem rapat koordinasi dengan kementerian terkait sudah lama menjadi syarat diputuskannya impor atau tidak dan mekanisme lainnya seperti kuota impor dan penetapan importir," paparnya.

Baca juga: Ketua DPR: Pemerintah Perlu Atur Pajak Online Asing

Ia menilai mekanisme semacam ini nyatanya tidak berhasil meredam tingginya harga komoditas dan justru menjadi kendala, yang terindikasi dengan harga beberapa komoditas memiliki disparitas di atas 50 persen dengan harga internasional.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More