
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak tetap tersedia untuk masyarakat di berbagai daerah menjelang Lebaran 2026 dengan melakukan penambahan stok dan distribusi intensif, termasuk ke wilayah terpencil di Indonesia.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan penambahan stok bahan bakar minyak di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mars Ega Legowo Putra di Rest Area Kilometer 57 Cikampek, Jawa Barat, pada Senin.
"Untuk daerah-daerah, kita sudah melakukan build up stock, tadi kita ada layanan atensi untuk daerah-daerah yang terpencil, untuk yang aksesnya susah, itu kita sebenarnya sudah lakukan build up stock," ungkapnya.
Mars Ega menjelaskan bahwa mobil tangki Pertamina terus melakukan distribusi bahan bakar minyak ke berbagai daerah guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menyebutkan distribusi dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi perhatian terkait pasokan energi.
"Beberapa lokasi yang menjadi isu itu, tadi malam saya cek mobil tangki kita terus melakukan pasokan, seperti di Kalimantan Barat, Riau, sama beberapa wilayah di Jawa Timur, itu terus kita melakukan pasokan dan tidak ada kendala dari sisi stok di terminal BBM kami," ujarnya.
Sebelumnya Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Fathul Nugroho memastikan stok bahan bakar minyak di Indonesia tetap aman meskipun terjadi penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan kepanikan dalam menyikapi situasi konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia disebut telah menyiapkan sejumlah alternatif untuk menutup potensi kekurangan pasokan bahan bakar minyak impor dari kawasan Timur Tengah.
Saat ini sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi atau kawasan Timur Tengah.
Sebanyak 81 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari negara yang tidak terdampak atau tidak terlibat konflik di kawasan tersebut.
Indonesia tercatat paling banyak mengimpor minyak mentah dari Nigeria sebanyak 34,07 juta barel sejak April 2025 hingga Maret 2026 atau sekitar 25 persen dari total impor minyak mentah nasional.
Impor dari Angola mencapai 28,50 juta barel atau sekitar 21 persen dari total impor.
Sementara impor dari negara lain tercatat sebesar 47,40 juta barel atau sekitar 35 persen dari total impor minyak mentah Indonesia.
Adapun impor minyak mentah dari Arab Saudi mencapai 28,50 juta barel atau sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








