Pantau Flash
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020
Menko Luhut Sebut Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilogram Demi Efisiensi
Pemprov DKI Akan Terbitkan Peraturan Terkait Izin PKL Berdagang di Trotoar
Soal RUU Omnibus Law, F-PPP: Jangan Hanya Memikirkan Aspek Investasi!

Nancy Pelosi: Pemakzulan Donald Trump Berlanjut

Nancy Pelosi: Pemakzulan Donald Trump Berlanjut Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Reuters/Erin Scott)

Pantau.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengatakan dirinya telah menginstruksikan Komite Kehakiman untuk menyusun pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump atas upayanya menekan Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya pada Kamis (5/12).

"Faktanya tidak dapat dibantah. Presiden menyalahgunakan kekuasaannya untuk keuntungan politik pribadinya sendiri dengan mengorbankan keamanan nasional kita, dengan menahan bantuan militer," ujar Pelosi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan langsung di televisi, seperti dikutip Al Jazeera.

"Sedihnya. Tetapi dengan keyakinan dan kerendahan hati, dengan kesetiaan kepada pendiri kami dan kepada Amerika, hari ini saya meminta ketua kami untuk melanjutkan dengan pasal-pasal pemakzulan," katanya merujuk pada Ketua Komite Kehakiman Jerrold Nadler. "Presiden tidak memberi kita pilihan untuk bertindak."

Baca juga: Melania Trump Marah Anaknya Dijadikan Lelucon di Sidang Pemakzulan Trump

Pernyataan ini datang sehari setelah Komite Kehakiman mengadakan sidang, di mana tiga ahli hukum konstitusional yang dipanggil oleh Demokrat mengatakan bahwa Trump telah terlibat dalam perilaku yang mewakili pelanggaran yang tidak dapat ditembus berdasarkan konstitusi.

Ahli keempat yang dipanggil oleh politisi Republik menyebut bahwa penyelidikan pemakzulan yang dipimpin oleh Demokrat terburu-buru dan cacat.

Menanggapi hal tersebut, Trump secara konsisten membantah telah melakukan kesalahan. "Ini berarti bahwa tindakan pemakzulan yang tidak penting dan jarang digunakan akan secara rutin digunakan untuk menyerang presiden masa depan. Hal yang baik adalah bahwa Partai Republik tidak pernah lebih bersatu. Kami akan menang!".

Baca juga: Laporan Pemakzulan Terhadap Donald Trump Dirilis, Apa Isinya?

Laporan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump yang bertajuk "The Trump-Ukraine Impeachment Inquiry Report" dipublikasi pada Selasa kemarin oleh Komite Tetap Dewan Intelijen AS. 

Laporan itu mengatakan bahwa penyelidikan mengungkap upaya yang telah dilakukan selama berbulan-bulan oleh Presiden Trump untuk menggunakan kekuasaannya guna meminta campur tangan asing atas namanya dalam pemilihan pada 2020.

Dalam laporan ini juga disebutkan bahwa Presiden menuntut agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka untuk menginvestigasi terhadap saingan politiknya yakni mantan Wakil Presiden Joe Biden. Ancaman ini juga mendiskreditkan bahwa Ukraina, bukan Rusia, yang ikut campur dalam pemilihan presiden pada 2016.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: