Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua

PDIP yang Selow Banget Tanggapi Polemik Kriminalisasi Kivlan Zen

Headline
PDIP yang Selow Banget Tanggapi Polemik Kriminalisasi Kivlan Zen Arteria Dahlan. (Foto: Instagram/arteriadahlan)

Pantau.com - Arteria Dahlan membantah PDIP atau partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf memanfaatkan Polri untuk mengkriminalisasi mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Politikus Gerindra Permadi. 

Menurut Arteria langkah itu tidak ada gunanya, mengingat pihaknya kini sudah jadi pemenang. "Kita ini sudah menang, orang kalau sudah menang itu, inginnya damai tentram adem ayem. Ini logika berpikirnya aja, nggak ingin gaduh, jadi jauh sekali kalau perkiraan PDI Perjuangan ikut campur," ujar Arteria saat dihubungi Pantau.com, Minggu, (12/5/2019)

"Orang yang menang itu, biasanya sudah diem tenang, ngapain lagi ribut-ribut."

Baca juga: PKS Lebih Fokus Lakukan Ini daripada Urusi Kivlan Zen dan Permadi

Anggapan melakukan kriminalisasi disebut Arteria merugikan partainya. Ia menambahkan , yang mampu melakukan itu semua ada pemegang kekuasaan tertinggi, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Nggak mungkin, pertama kami bukan menjalankan fungsi kekuasaan langsung, bahwa pemerintahan ini kekuasaan presidensial, yang punya kekuasaan yang luar biasa hebat, partai politik tidak bisa mengintervensi giat-giat Presiden, mengintervensi giat-giat Kapolri," jelasnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Pastikan Kivlan Zen Penuhi Panggilan Polisi Senin Esok

Anggota Komisi III DPR RI itu juga meminta semua pihak untuk tidak mudah mengaitkan segala unsur penegakkan hukum dengan politik. Lebih jauh, ia ingin segala proses pemilu itu usai dan masyarakat kembali bersatu.

"Ya iya (pihak sebelah kalang kabut), jadi jangan ada upaya penegakan hukum upaya korekrif negara di kait-kaitkan dengan isu politik, dikait-kaitkan dengan masalah pemilu, kami yang menang ini inginnya tenang, bersatu lagi tidak ada 01 tidak ada 02, apalagi menjarain orang nggak ada," tutupnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Nasional

Berita Terkait: