Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Pendiri WikiLeaks Ditangkap, Australia Ogah Beri Perlindungan Khusus

Pendiri WikiLeaks Ditangkap, Australia Ogah Beri Perlindungan Khusus Pendiri WikiLeaks Julian Assange yang asal Australia tidak akan mendapat perlindungan khusus dari pemerintah PM Scott Morrison. (Foto: Reuters/Henry Nicholls)

Pantau.com - Pemerintah Australia menyatakan tidak akan memberikan perlindungan khusus bagi warganya, Julian Assange, yang ditangkap polisi Inggris dari dalam gedung Kedutaan Ekuador di London.

Pendiri website WikiLeaks ini pada hari Kamis, 11 April 2019, waktu setempat telah disidangkan dan dinyatakan bersalah melanggar pembebasan bersyaratnya pada 2012, seperti dilansir ABC News, Jumat (12/4/2019).

Assange berdalih bahwa dirinya tidak bisa mengharapkan persidangan yang adil di Inggris. Pasalnya, negara itu bertujuan mengekstradisi dirinya ke Amerika Serikat.

Assange bersikukuh tidak bersalah karena tak menyerahkan diri ke pengadilan pada 2012 lalu. Namun hakim di pengadilan Westminster Magistrates berpendapat lain.

"Penyataan terdakwa bahwa dia tak mendapatkan persidangan yang adil itu lucu," kata hakim Michael Snow.

"Perilakunya menunjukkan dia seorang narsis yang tak mau melewatkan kepentingan dirinya sendiri," tambahnya.

Baca juga: Polisi Inggris Akhirnya Tangkap Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Assange menghadapi tuduhan penyerangan seksual di Swedia ketika dia memasuki Kedutaan Ekuador di London 2012. Dia berdalih takut diekstradisi ke AS.

Assange tinggal dalam kedutaan itu selama total enam tahun. Namun dalam beberapa bulan terakhir, hubungannya dengan tuan rumah semakin memburuk.

Pihak Kedutaan Ekuador kemudian mengundang polisi Inggris untuk menangkap Assange. Ekuador juga telah mencabut status kewarganegaraan Assange.

Tuduhan penyerangan seksual di Swedia sebenarnya telah dibatalkan. Namun tuduhan pelanggaran pembebasan bersyarat masih berlaku. Pelanggaran atas tuduhan seperti terancam hukuman penjara 12 bulan. Kini dia ditahan untuk sidang vonis.

Tanggapan Pemerintah Australia

PM Australia Scott Morrison menegaskan Assange tidak akan diberikan perlakuan khusus, namun akan diperlakukan sama seperti warga Australia lainnya, akan diberikan dukungan konsuler.

"Ketika warga Australia bepergian ke luar negeri dan mengalami kasus hukum, mereka akan menghadapi sistem hukum di negara yang bersangkutan, terlepas kejahatan apa yang dituduhkan ke mereka. Begitulah sistem yang berlaku," kata PM Morrison.

Sementara itu pelapor kasus Assange di Swedia kabarnya meminta kasus ini dibuka kembali. Pengacara yang mewakili pelapor tersebut, Elisabeth Massi Fritz, bertekad membuka kembali kasus ini agar Assange dapat diekstradisi ke Swedia untuk diadili dengan tuduhan pemerkosaan.

Wanita Swedia lainnya Anna Ardin yang juga menuduh Assange menyerangnya secara seksual, menyatakan pria asal Australia itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Diincar pihak AS

AS menuduh pendiri WikiLeaks ini terlibat konspirasi dengan Chelsea Manning pada 2010, dalam membocorkan data rahasia militer. Dia terancam hukuman maksimum penjara lima tahun atas tuduhan ini.

Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa Assange berperan dalam salah satu pembocoran terbesar informasi rahasia dalam sejarah Amerika Serikat.

"Pada Maret 2010, Assange terlibat konspirasi dengan Chelsea Manning, mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, membantu Manning memecahkan kata sandi di komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung ke Secret Internet Protocol Network (SIPRNet), jaringan pemerintah AS untuk dokumen dan komunikasi rahasia," katanya.

Manning sendiri kini menjalani hukuman penjara karena menolak bersaksi di depan dewan juri yang menyelidiki kasus WikiLeaks.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London

Assange menjadi pemberitaan utama dunia pada awal 2010 ketika website yang didirikannya WikiLeaks menyebarkan video helikopter Apache tentara AS menyerang belasan orang warga di Baghdad, termasuk dua orang dari kantor berita Reuters.

Pengacara Assange, Jennifer Robinson, mengatakan penangkapannya oleh polisi Inggris kali ini merupakan preseden berbahaya bagi organisasi media dan wartawan.

"Sejak 2010 kami sudah memperingatkan bahwa Julian Assange akan menghadapi penuntutan dan ekstradisi ke Amerika Serikat untuk kegiatan penerbitannya dengan WikiLeaks," katanya.

"Preseden ini berarti setiap jurnalis dapat diekstradisi untuk diadili di Amerika Serikat karena telah menerbitkan informasi yang benar tentang Amerika Serikat," katanya.

Pengadilan Westminster akan menyidangkan Assange pada 2 Mei untuk kasus permintaan ekstradisi ke AS.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: