Forgot Password Register

Headlines

Pengamat: Februari Nanti, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Seimbang

Pengamat: Februari Nanti, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Seimbang Joko Widodo dan Prabowo Subianto (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Pengamat Politik Hendri Satrio memprediksi elektabitas calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo akan tergerus secara perlahan. Bahkan menurutnya di bulan Februari elektabilitas Jokowi akan sejajar dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Menurut Hendri, hal itu terjadi lantaran saat ini Jokowi tak didukung kekuatan relawan seperti pada 2014 lalu. Ia menilai saat ini relawan yang menjadi kekuatannya menang di 2014 lalu kini banyak menjadi komisaris.

"Panggung 2014 dan 2019 beda. 2014 Pak Jokowi memiliki relawan yang sedemikian banyak yang bisa diandalkan untuk meraih suara, nah kalau 2019 ini kan relawannya banyak yang sudah menjadi komisisaris jadi memang beliau sulit juga mengharapkan relawan itu. Makanya kasian juga Pak Jokowi," ujar Hendri dalam sebuah diskusi bertajuk Carut Marut Komunikasi Kebijakan Pemerintahan Jokowi di Seknas Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Kata Presiden Jokowi Soal Insiden Penembakan di Kabupaten Nduga Papua

Sementara di sisi lain, menurut Hendri, bagi kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dapat mengambil untung dari adanya dukungan PA 212. 

"Sementara Pak Prabowo ada misalnya 212 dan sebagainya yang sangat militan. Jadi menarik," ungkapnya.

Selain itu juga, Hendri mengatakan, menurut data yang ia himpun bahwa permasalahan yang banyak disoroti oleh masyarakat yakni mengenai ekonomi dan keadilan hukum. Ia melihat kubu Jokowi menjawab permasalahan itu malah dengan melulu mengelu-elukan infrastruktur.

Baca juga: Presiden Jokowi: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Membaik, Bukan Stadium 4

"Misalnya Novel. Kasus Novel kalau diselesaikan Pak Jokowi itu enggak akan menaikan elektabilitasnya karena itu kewajibannya, kalau enggak diselesaikan elektabilitasnya akan tergerus," ungkapnya.

"Saya bilang kalau kondisinya seperti ini terus nanti di bulan Februari ini bisa 50-50. Jadi artinya nanti trennya Pak Jokowi akan turun Pak Prabowo akan naik. Sebabnya itu tadi agak simpang memang di saat sendiri harus berjuang. Nah itu apakah tim Pak Jokowi bisa melakukan itu," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More