Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Pentolan PA 212 Ditetapkan Tersangka, Gerindra: Ini Namanya Berat Sebelah!

Headline
Pentolan PA 212 Ditetapkan Tersangka, Gerindra: Ini Namanya Berat Sebelah! Ahmad Muzani (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersebut dilakukan karena Ma'arif dinilai telah melakukan pelanggaran pemilu lantaran dinilai berkampanye tak sesuai aturan.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani menilai, penetapan tersangka kepada Slamet merupakan salah satu tindakan penggerusan satu persatu orang yang berpotensi bisa mendongkrak suara Prabowo-Sandi.

"Sekarang udah mulai bahwa orang-orang yang berpotensi mendulang suara di lingkaran BPN udah mulai digerus satu persatu. Ada Ahmad Dhani sekarang Slamet Ma'arif, mungkin nanti siapa dan seterusnya," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Soal Penetapan Ketum PA 212 Menjadi Tersangka 

Menurutnya, justru pihak lawan politik BPN Prabowo-Sandi dalam hal ini pihak TKN Jokowi-Ma'ruf jika bermasalah selalu saja proses hukumnya tidak ditindak lanjuti.

"Sementara mereka sepertinya timnya baik-baik, bersih-bersih tidak ada kesalahan. Laporan kita juga diangap tidak ada bukti hukum, sehingga tidak perlu dipanggil-dipanggil, dimintai keterangan. Padahal laporan kita seabrek-abrek," tegasnya.

"Banyak sekali laporan-laporan kita tapi sepertinya tak pernah dianggap cukup bukti. Tapi kita yang dilaporkan, cukup bukti," lanjuti.

Baca juga: Ini Penjelasan Ketua PA 212 Soal Pemeriksaan 6 Jam di Mapolres Surakarta 

Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa apa yang terjadi dan dialami terhadap pihaknya merupakan tindakan hukum yang berat sebelah. Ia menagatakan bahwa hal ini tak boleh terus terjadi. "Bukan ketimpangan lagi, itu namanya berat sebelah," tandasnya.

Sebelumnya penetapan Ma'arif sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Amin Ma'ruf menganggap orasi Slamet pada acara Tabligh Akbar bermuatan kampanye sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

Bawaslu Solo kemudian memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Bawaslu Solo juga sempat memanggil Ma'arif untuk dimintai keterangan terkait ceramahnya dalam Tabligh Akbar tersebut.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: