Pantau Flash
Alex Marquez Resmi Bergabung dengan Sang Kakak di Repsol Honda
DPRD DKI: Anies Tak Pernah Berjanji Jika Tidak Lakukan Penggusuran
Menteri BUMN Pangkas Deputi Kementerian Jadi 3
Marquez Persembahkan Treble Crown untuk Lorenzo
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games

Penyelundupan Pakaian Bekas dari China Berlangsung Lama, Negara Rugi Besar

Penyelundupan Pakaian Bekas dari China Berlangsung Lama, Negara Rugi Besar

Pantau.com - Sindikat penyelundupan tekstil dan pakaian bekas asal China diungkap dengan menjerat enam orang tersangka. Tercatat, aksi ilegal itu telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan kerugian negara yang diakibatkan oleh tindakan ilegal itu mencapai Rp9 miliar untuk sekali pengiriman.

"Kalau dihitung potensi kerugian negara untuk tekstil, balpress serta sepatu berbagai merek kurang lebih Rp4,9 miliar hampir Rp5 miliar," ucap Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Siswi SMK di Tulungagung Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Sesama Jenis

Sementara, terkait dengan pengungkapan kasus itu, Gatot menyebut bahwa enam orang tersangka yakni PL (63), H (30), AD (33) EK (44), NS (47), dan TKD (45) memasukkan barang ilegal ke Indonesia dengan menggunakan jalur laut.

Mereka menyelundupkan barang asal China melalui Malaysia, yakni Pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian, barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak yang selanjutnya dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia, yakni, Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

"Isi barang selundupan itu kemudian diangkut menggunakan truk fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari dan masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda Center Kabupaten Bekasi," papar Gatot.

Para tersangka yang telah bertahun-tahun melakukan aksi penyelundupan itu ditangkap di tiga lokasi berbeda.

Penangkapan pertama terjadi di Pelabuhan Tegar Marunda Center Terminal, Tarumajaya, Kabupatan Bekasi, Jawa Barat. Kemudian di Jalan Dahlia, Kramat, Senen, Jakarta Pusat dan terakhir di Gudang Rukan Permata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"Berhasil kita sita barang bukti 438 gulungan tekstil (bahan kain), 259 koli balpress berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas, 5.668 koli sepatu berbagai merek kurang lebih 120 ribu pasang sepatu," pungkas Gatot.

Baca juga: Infografis Marital Rape, Pidana Perkosaan Suami-Istri di RUU KUHP 2019

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 104, Pasal 106, Pasal 111, Pasal 112 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancamannya, pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Kemudian, Pasal 62 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancamannya, pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: