Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Penyuap Romahurmuziy Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Headline
Penyuap Romahurmuziy Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Tersangka kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang akan bekerja sama dengan KPK. 

Haris merupakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur yang diduga memberi suap kepada eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy). 

"Dalam proses penyidikan ini, HRS mengajukan diri menjadi JC," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (14/5/2019). 

Baca juga: Usut Suap Romahurmuziy, KPK Kembali Panggil Sekjen Kemenag

Febri mengatakan, KPK perlu mempertimbangkan permohonan tersebut mengingat perlu ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi tersangka untuk bisa menjadi JC. Salah satu syaratnya tersangka tersebut bukan merupakan pelaku utama dalam kasus korupsi yang menjeratnya juga bersedia mengungkap pelaku korupsi yang lebih besar. 

"KPK tentu perlu mempertimbangkan syarat-syarat untuk mengabulkan atau menolak JC tersebut. Nanti akan dilihat seberapa signifikan keterangan di persidangan dan juga konsistensi yang bersangkutan," ucapnya. 

Dalam kasus ini, Rommy juga menerima suap dari Kepala kantor perwakilan Kementrian Agama Gresik Muafaq Wirahadi. KPK menduga suap tersebut diberikan agar Rommy mempengaruhi proses seleksi Haris dan Muafaq sebagai kepala kantor. 

Baca juga: Menag Akui Terima Uang Rp10 Juta dari Haris, tapi Sudah Dilaporkan

Febri menambahkan terhadap Haris dan Muafaq, Penyidik telah merampungkan berkas penyidikan keduanya dan melimpahkan ke jaksa penuntut umum. 

Selanjutnya, jaksa memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum nantinya dilimpahkan ke Pengadilan. Febri mengatakan sidang Haris dan Muafaq akan di lakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.



Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: