Pantau Flash
Greysia Polii/Apriyani Rahayu Juara Indonesia Master 2020
Minions Pertahankan Gelar Juara Indonesia Master 2020
Serangan Militan Al-Houthi Pendukung Iran Tewaskan Puluhan Militer Yaman
Pangeran Harry dan Meghan Markle Akan Kehilangan Gelar Bangsawan
BMKG Ungkap Sesar Anjak Mamberamo sebagai Zona Aktif Gempa di Papua

Pernah Alami Nasib Sama, PLN Terbang ke London Pelajari Blackout

Headline
Pernah Alami Nasib Sama, PLN Terbang ke London Pelajari Blackout Penampakan gedung di ibu kota saat pemadaman listrik Minggu (4 Agustus 2019). (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Pantau.com - Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani menyatakan PLN telah mengadakan studi banding ke London, Inggris untuk mempelajari penanganan Blackout.

"Kami telah menghubungi manufaktur yang berhubungan dengan defense scheme, salah satunya studi banding sudah ke UK, London, bagaimana perbandingan sistem listrik di Jawa-Bali dengan di London," kata Sripeni saat RDP di Komisi VII, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Sripeni mengatakan pemilihan studi banding ke London dengan tujuan bahwa Inggris juga pernah mengalami peristiwa Blackout dari sistem jaringan listriknya.

Baca juga: Pemadaman Listrik PLN, Menteri Rini: Kami Minta Maaf Kepada Masyarakat

Pemadaman listrik di London tersebut, dijadikan PLN sebagai pembelajaran pemulihan jika terjadi peristiwa Blackout kembali, namun lebih dipelajari langka antisipasinya.

Selain itu, jaringan listrik Jawa-Bali juga dipelajari perbedaan serta kekurangan dan kelebihannya dengan yang ada di Inggris.

Selain itu, Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani menyebutkan bahwa aset-aset baik jaringan dan pembangkit akan dalam pengawasan perlindungan TNI setelah peristiwa Blackout awal Agustus 2019.

"Kami telah menandatangani kerja sama dengan TNI baik AD, AL dan AU untuk melindungi aset-aset PLN," kata Sripeni dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: PLN Berikan Kompensasi Listik Padam, Ini Cara Hitungnya

Pengamanan tersebut termasuk jaringan ROW 500 kv, 275 kv dan 150 kv yang menjadi andalan jaringan dari PLN.

Dalam pembicaraan bersama dengan Komisi VII DPR, hadir pula Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.

Rapat dimulai sekitar pukul 15.30 wib dan dilaksanakan secara terbuka. Pembahasam pertama adalah mengenai penjelasan black out hingga bagaimana perbaikannya.

Selain itu pembahasan dilanjutkan dengan peningkatan program 35 ribu MW di seluruh Indonesia. Selain itu, Sripeni juga menjelaskan bahwa PLN melakukan beberapa perbaikan jalur jaringan di Jawa dan Bali.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: