Pantau Flash
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali

Persija Beri Peringatan Terakhir untuk Marko Simic, Apa Itu?

Headline
Persija Beri Peringatan Terakhir untuk Marko Simic, Apa Itu? Marko Simic. (Foto: Dok. Persija Jakarta)

Pantau.com - Striker Persija Jakarta Marko Simic mungkin baru memulai karir sepak bolanya di Indonesia pada 2018. Meski baru memasuki tahun ke dua, nyatanya penyerang 31 tahun itu sudah menjadi buah bibir.

Simic tercatat sebagai salah satu bomber mematikan di kompetisi tertinggi Tanah Air. Musim lalu, dia berada di posisi dua urutan top skor Liga 1 dengan 18 gol.

Dengan torehan tersebut, Simic sukses mengantarkan Persija merengkuh titel Liga 1 2019. Gelar itu sekaligus menghapus dahaga bagi Macan Kemayoran yang sudah berpuasa selama 17 tahun.

Namun dibalik ke garangannya di depan gawang, Simic juga dikenal sebagai salah satu sosok yang kontroversial. Mantan striker Melaka United itu tercatat sudah dua kali tersandung kasus pelecehan seksual.

Baca Juga: Jalani Latihan Perdana, Simic: Saya Seperti Terlahir Kembali

Pertama, Simic diketahui mengirimkan direct message kepada salah satu pedangdut Tanah Air. Isi pesannya diduga mengandung unsur pelecehan seksual.

Teranyar Simic kembali tersandung kasus pelecehan seksual saat dalam perjalanan menuju Australia bersama skuat Macan Kemayoran. Ia diduga menyentuh bagian tubuh perempuan yang duduk di sebelahnya saat didalam pesawat.

Akibatnya pihak kepolisian setempat harus menahan paspor Simic setidaknya hingga menjalani proses persidangan 9 April 2019. Beruntung, pengadilan Australia memutuskan untuk membebaskannya lantaran tidak ada bukti serta korban yang tidak hadir dalam persidangan.

Simic pun akhirnya kembali ke Tanah Air pada Kamis 9 Mei silam. Ia langsung ikut latihan bersama seluruh rekan-rekannya satu hari berselang.

Tidak ingin pemainnya kembali tersandung kasus, manajemen Persija mengambil langkah tegas. CEO Persija, Ferry Paulus memberikan ultimatum kepada Simic jika kembali mencoreng nama baik klub.

"Ini adalah peringatan terakhir untuk Simic karena memang kami tidak boleh melihat ke belakang dan harus melihat ke depan," ucap Ferry.

Baca Juga: Wakili Seluruh Klub, CEO Persija Janjikan Keamanan di Liga 1


"Ini juga harus jadi koreksi buat pemain agar tidak terjadi kejadian serupa. Karena ini sangat tidak bagus untuk Persija," lanjutnya.

Simic sendiri mengaku mendapat pelajaran berharga dari kasusnya di Australia itu. Penyerang berpaspor Kroasia tersebut berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpanya.

"Saya bisa belajar banyak dari kasus tersebut dan membuat saya lebih fokus dan pintar. Saya berharap tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti ini," timpal Simic.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: