Pantau Flash
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali

Polisi Bersorban Turut Amankan Aksi Massa di Depan Bawaslu

Headline
Polisi Bersorban Turut Amankan Aksi Massa di Depan Bawaslu Polisi bersorban berjaga di depan Bawaslu (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Hal menarik terlihat di sekitaran kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia yang menjadi lokasi unjuk rasa massa yang menuntut penghitungan suara Pemilu 2019 dihentikan.

Terlihat puluhan polisi berbaris rapi di depan kantor Bawaslu RI dengan mengenakan sorban dan peci putih.

Puluhan polisi bersorban itu menjadi garda terdepan setelah kawat berduri yang menghalangi atau membatasi massa dengan kantor lembaga pengawas pemilu. 

Baca juga: Kibarkan Bendera dan Bertakbir, Massa Pendemo Padati Bawaslu

Puluhan polisi bersorban itu, tak jarang menenangkan massa yang kerap berteriak atau beryel-yel dengan lantang. Bahkan, tak jarang pula polisi menebar senyuman ke arah massa.

Polisi bersorban dan juga massa aksi di depan Gedung Bawaslu RI. (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Sebelumnya, massa aksi unjuk rasa mulai berdatangan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia. Secara bergantian, kelompok-kelompok mulai bersatu hingga memadati sekitar lokasi.

Terlihat, kelompok-kelompok yang mulai berdatangan yakni, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengambil Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Baca juga: Polisi Sebut Massa Kivlan Zen yang Demo Hari Ini Belum Kantongi Izin

Selain itu, di lokasi atau tepatnya di depan kantor Bawaslu RI, massa yang terlihat mengenakan pakaian serba putih dan hitam meneriakkan yel-yel sembari membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera.

"Takbiirrrr....," ucap seorang massa.

"Allahuakbar..," jawab massa.

Dari pengamatan Pantau.com di lokasi, spanduk dan poster yang dibawa massa bertuliskan tuntutan agar Bawaslu menghentikan Pemilihan Umum (Pemilu) dan mendiskualifikasi pasangan calon 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: