Forgot Password Register

Polisi Minta Keluarga Bomber Surabaya Tes DNA di RS Bhayangkara

Polisi Minta Keluarga Bomber Surabaya Tes DNA di RS Bhayangkara Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Jenazah enam pelaku bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya hingga saat ini belum juga diambil pihak keluarga. Polisi pun meminta agar keluarga datang ke RS Bahayangkara untuk menjalani tes DNA agar keenam jenazah dapat segera di identifikasi.   

"Pihak polisi mengimbau mana kala mereka atau saudara mereka untuk kami undang datang dalam rangka kita bandingkan data forensik," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera di kantornya, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Tim Gegana Ledakkan Bom Milik Teroris di Lahan Terbuka

Barung menambahkan, polisi memberikan waktu hingga beberapa hari ke depan. Namun jika pihak keluarga tetap tidak ada yang datang ke rumah sakit maka polisi akan memakamkan keenam jenazah.

"Batas waktu tentu ada. Kalau pun tidak akan datang ada batas waktu, menurut Undang-Undang kita akan menguburkan secara agama yang dimiliki pelaku," ucapnya.

Baca juga: Densus 88 Baku Tembak dengan Teroris di Surabaya, Satu Tewas

Enam jenazah masih keluarga yang terdiri dari Dita Oepriarto, istrinya Puji Kuswati, beserta keempat anaknya.

Mereka melakukan aksi bom bunuh diri di tiga lokasi yang berbeda di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, seperti di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Kecamatan Gubeng. Kemudian, lokasi kedua terjadi di sebuah Gereja di Jalan Diponegoro, dan lokasi ketiga sebuah Gereja di Jalan Arjuna.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More