Forgot Password Register

Polresta Bogor Ringkus 3 Pengedar Uang Palsu Senilai Rp1,3 Miliar

Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Dalam kurun waktu satu tahun, untuk kedua kalinya Polresta Kota Bogor, Jawa Barat, mengungkap kasus peredaran uang palsu senilai Rp1,3 miliar, dan mengamankan tiga orang pelakunya, Kamis (20/9/2018).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya transaksi tukar uang dengan perbandingan satu uang asli dengan dua uang palsu.

"Kita dapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang akan menukar uang dengan perbandingan satu banding dua," jelas Ulung.

Ulung mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh anggota kepolisian setempat dengan menyamar untuk mengelabui pelaku pengedar uang palsu pada hari Rabu, 19 September 2018.

Baca juga: Nekat Bayar Sewa Mobil Pakai Uang Palsu, Pria 55 Tahun Dibekuk Polisi

Usai melakukan penyamaran, polisi meringkus tiga orang laki-laki, di Jl Hanjarwar, Kelurahan Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial MCH (48) warga Cianjur, HS (48) warga Ciomas, Kabupaten Bogor, dan R (49) warga Sukabumi. "Tersangka sebenarnya ada empat orang, tiga orang yang kita tangkap, satu orang masih dalam pengejaran," ujar Ulung.

Barang bukti yang diamankan berupa 1.800 lembar uang palsu pecahan 100 ribu rupiah, dua lembar koran uang palsu pecahan 100 ribu rupiah belum digunting, dan satu lembar koran uang palsu pecahan satu dolar Amerika Serikat yang belum digunting senilai 50 dolar AS. "Kalau dinominalkan nilainya mencapai Rp1,3 miliar," terangnya.

Ulung mengungkapkan, uang tersebut memiliki kemiripan mendekati 80 persen, sehingga sulit dibedakan. Menurut keterangan pelaku uang tersebut didapatkan dari Peruri.

"Kalau sepintas terlihat asli, kami juga belum tahu, tapi dilihat dengan menerawang ini asli," tuturnya.

Baca juga: Ringkus Kurir Jaringan Internasional, Polisi Temukan 8 Kg Sabu dari Ban Serep Mobil

Namun, lanjutnya, ada istilah uang sambung yakni uang yang digunakan resmi hanya untuk sosialisasi ke masyarakat bahwa uang tersebut akan diedarkan.

Terkait pengungkapan sebelumnya, dan apakah para pelaku masuk dalam jaringan pengedar uang palsu, Ulung mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Ia juga belum bisa memastikan apakah uang tersebut digunakan untuk tindak kejahatan uang politik.

"Masih kita dalami, apakah ini jaringan, akan digunakan untuk apa, masih terus kita dalami, pelaku masih kita periksa," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More