Pantau Flash
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor

Presiden Jokowi Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan Terhadap Perempuan

Presiden Jokowi Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan Terhadap Perempuan Presiden Jokowi di Istana Negara dalam pembukaan Kongres XXV Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Selasa (3/12). (Foto: Antara/Desca Lidya Natalia)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada kekerasan yang terjadi terhadap perempuan di mana pun.

"Saya sangat mendukung agar tidak terjadi diskriminasi kepada perempuan di mana pun, tidak ada dan tidak boleh ada kekerasan terhadap perempuan di mana pun," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, dalam pembukaan Kongres XXV Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Menhan Prabowo: Saya Akan Perjuangkan Peningkatan Anggaran Pertahanan

Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Darmavati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan sekitar 350 orang anggota Kowani.

"Tidak ada pembatasan kaum perempuan untuk berkarya dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya serta untuk berkembang untuk maju," ujar Presiden.

Menurut Presiden, peran ibu dan perempuan memajukan bangsa di berbagai lapangan pengabdian sangat terbuka lebar.

"Sejarah mencatat, banyak perempuan hebat memiliki catatan prestasi yang membanggakan bangsa dan tak terhitung jumlahnya kaum perempuan yang bergerak memajukan pendidikan, kesehatan, supresmasi hukum, lingkungan hidup, HAM, kesejahteraan rakyat dan bidang-bidang lainnya karena pentingnya peran yang diemban ibu bangsa tersebut," ungkap Presiden.

Namun, saat ini perempuan dan ibu juga bersaing dengan Youtube, WhatsApp, Twitter, Facebook dalam penyebaran informasi.

"Negara tidak bisa mencegah dan menyaring hal-hal yang tidak baik yang masuk dari media sosial. Kita dihadapkan kepada ketatnya persaingan global, persaingan kompetisi antarnegara yang tidak mudah, perubahan yang cepat yang sangat dinamis," tutur Presiden.

Baca juga: Fadli Zon Prihatin Masih Ada WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Ia menjelaskan bila hari ini seseorang belajar hal baru, besok sudah berganti lagi.

"Hal-hal yang perlu kita waspadai bersama, kita bangsa Indonesia, anak-anak kita sekarang betul-betul menghadapi sengitnya kompetisi global dan pada titik inilah kita bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia," tambah Presiden.

Nasib Indonesia ditentukan anak-anak muda yang punya talenta dan berjiwa patriot.

"Itu sebabnya 5 tahun ke depan ingin pembangunan SDM sebagai prioritas utama dalam pembangunan. Saya mengajak para ibu bangsa ikut serta dalam pembangunan SDM Indonesia yang unggul. Kita ingin SDM kita memiliki budi pekerti yang luhur, budi pekerti baik, iptek yang baik, dan juga toleransi yang baik," ucap Presiden menegaskan.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: