Forgot Password Register

Headlines

Romahurmuziy Cabut Permohonan Praperadilan Sebelum Putusan Dibacakan

Romahurmuziy Cabut Permohonan Praperadilan Sebelum Putusan Dibacakan Sidang praperadilan Romahurmuziy (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy), melalui pengacaranya Maqdir Ismail, mencabut permohonan praperadilannya terkait status tersangka dalam kasus suap pengisian jabatan di Kementrian Agama Jawa Timur.

Pencabutan permohonan itu disampaikan hakim tunggal Agus Widodo sebelum membacakan putusan praperadilan hari ini.

"Yang disampaikan ke saya ini dari penasihat hukum, ada surat catatan dan memohon mencabut praperadilan," kata hakim tunggal Agus Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Praperadilan Rommy, Kuasa Hukum: Penyadapan KPK Tanpa Surat Perintah

Meski begitu, Tim biro hukum KPK meminta agar hakim Agus tetap membacakan putusan. Karena KPK menilai perjalanan sidang telah melewati beberapa tahapan.

"Untuk pencabutannya karena kita sudah serangkaian sampai akhir. Kami termohon ingin yang mulia tetap bacakan putusan," kata Anggota biro hukum KPK Evi Laila.

Maqdir tidak keberatan dengan permintaan Biro hukum KPK. Menurut Maqdir, sebelum putusan praperadilan dibacakan pun masih bisa dibatalkan.

Baca juga: Sidang Praperadilan Romahurmuziy, KPK Sertakan 2 Koper Barang Bukti

"Sebagaimana pleidoi kami atas nama klien kami, kami menyampaikan surat pencabutan praperadilan, sementara pihak pemohon keberatan, maka sepenuhnya saya serahkan kepada yang mulia. Meskipun kalau di hukum pencabutan perkara masih bisa sepanjang belun diputus," ucap Maqdir.

Sebelumnya, Rommy mengajukan praperadilan karena menganggap operasi tangkap tangan KPK terhadap dirinya pada 15 Maret lalu tidak sesuai prosedur. Sehingga penetapan status tersangkanya juga tidak sah.

Dalam kasusnya, Rommy diduga menerima suap sebanyak Rp250 juta dari Haris dan Rp50 juta dari Muafaq untuk mempengaruhi proses seleksi pengisian jabatan Kepala di Kemenag Jatim dan Gresik.

Baca juga: KPK Berharap Pengadilan Tolak Praperadilan Romahurmuziy 

Dalam proses seleksi, nama Haris sebenarnya tidak masuk dalam tiga nama calon Kepala Kanwil Kemenag Jatim yang diusulkan ke Menteri Agama. Haris disebut pernah mendapat sanksi disiplin. Kemudian ia menjalin komunikasi dengan Romi dan memberi uang agar anggota DPR itu bisa mempengaruhi hasil seleksi tersebut.

Kemudian pada awal Maret 2019 lalu, Haris telah dilantik. Pada 12 Maret 2019, Muafaq diduga menghubungi Haris dan meminta dipertemukan dengan Rommy Pada 15 Maret 2019 ketiganya bertemu dan Muafaq menyerahkan uang sebanyak Rp50 juta kepada Rommy untuk juga meloloskan dirinya dalam seleksi Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More