Forgot Password Register

Rupiah Melemah, Yuk Cek Keuntungan dan Kerugiannya

Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad) Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Rupiah sempat menyentuh angka Rp13.810 per dollar AS. Nilai itu cukup jauh di atas kurs rupiah pada asumsi makro APBN 2018 sebesar Rp13.400 per dolar AS.

Tentunya, hal tersebut tentu akan berpengaruh pada harga-harga kebutuhan yang berasal dari luar negeri (impor) salah satunya kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Perencana Keuangan Prita Gozhie menyarankan agar kebutuhan konsumsi rumah tangga yang merupakan produk impor dapat dikurangi. Salah satunya agar stabilisas keuangan rumah tangga terjaga.

"Evaluasi pengeluaran bulanan. Apa saja pengeluaran yang membutuhkan barang kategori impor? Jika ada, misal buah dan lain-lain kurangi dulu. Beralih ke produk lokal," ujarnya saat dihubungi Pantau.com, Selasa (13/3/2018).

Baca juga: Aturan Fintech dari OJK Tidak Atur Asal Usul Uang

Prita menambahkan, periode ini ada baiknya menahan perencanaan liburan ke destinasi luar negeri untuk menghindari pemborosan. Fluktuasi kurs tentu sangat berpengaruh pada harga tiket ke luar negeri. Sehingga perencanaan liburan domestik dinilai lebih aman untuk stabilisas keuangan.

"Biasanya yang menjadi faktor pembuat boros karena mulai berencana untuk libur juni/juli. Apalagi jika destinasi wisata yang dipilih adalah luar negeri. Maka, alihkan dulu menjadi destinasi domestik," katanya.

Namun tentunya ada juga upaya yang bisa dilakukan agar fluktuasi kurs ini dapat menguntungkan. Salah satunya kata Prita, dengan menjual tabungan dalam bentuk dolar untuk dialihkan ke dalam Investasi saham. Terkecuali untuk tabungan-tabungan dengan tujuan tertentu lebih baik tetap dalam bentuk dollar.

"Jika punya tabungan USD, SGD, dan lainnya, boleh saja dialihkan menjadi rupiah untuk diinvestasikan kedalam instrumen berbasis saham. Namun, jika tabungan diperuntukkan untuk tujuan lain, misal Naik Haji jangan ditukarkan ke rupiah," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More