Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Saat Menteri Jokowi Cerita Pembangunan Infrastruktur Indonesia Mahal

Headline
Saat Menteri Jokowi Cerita Pembangunan Infrastruktur Indonesia Mahal Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Salah satu program yang gencar dilakukan oleh pemerintah era Jokowi-JK adalah pembangunan infrastruktur. Berbagai infrastruktur dibangun mulai dari jalan tol, jembatan, pelabuhan hingga transportasi masal. 

Pembangunan infrastruktur juga kerap kali dikritik karena menghabiskan dana yang tak sedikit. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan meskipun dinilai mahal namun pembangunan infrastruktur membawa dampak yang signifikan untuk perekonomian. 

"Membangun infrastruktur merupakan fondasi membangun industri dan kegiatan ekonomi yang lain," ujarnya dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Sangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Darmin mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya biaya pembangunan infrastruktur adalah karena banyaknya bahan pembangunan yang harus didapat dari luar negeri. 

Pasalnya kata dia, banyak produk atau bahan-bahan baku untuk pembangunan infrastruktur yang industrinya belum ada di Indonesia. Sehingga harus melakukan impor. 

"Ada satu lagi hubungan dengan infrastruktur, selain lama itu mahal karena impornya banyak. Ada banyak sekali produk yang kita butuhkan tapi nggak dihasilkan jadi perlu impor," katanya. 

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Kendati demikian, infrastruktur yang sebagain besar sudah rampung menurutnya akan memiliki manfaat untuk perekonomian Indonesia meskipun tetap memerlukan waktu. 

"Hitung-hitungan ekonomi memang lama dan mahal tapi itu sekali dibangun bisa untuk 10-15 tahun akan terus bekerja," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: