Pantau Flash
Ada 94 Aduan Terhadap ASN di www.aduanasn.com, Terbanyak Soal Intoleransi
Duh! 93 Rumah dan 165 Bidang Tanah Terdampak Akibat Proyek Tol
Wasekjen Demokrat: Kawan-kawan PDIP, Kalian Akan Kembali ke Bawah
Pemerintah Akan Luncurkan Biodiesel B30 pada Desember 2019
Selandia Baru Bakal Luncurkan Investigasi Kriminal Gunung Meletus

Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Ada Laporan Terkait Pungli Dalam Perhelatan Piala Suratin

Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Ada Laporan Terkait Pungli Dalam Perhelatan Piala Suratin Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kisruh mafia bola yang saat ini menjadi sorotan publik, terus menyeret nama besar di dunia olahraga. Bahkan, belum rampung Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola mengusut kasus pengaturan skor, laporan baru kembali diterima.

Laporan yang telah terdaftar dengan nomor LP/01/I/2019/Satgas, tanggal 07 Januari 2019, menyebutkan adanya pungutan liar senilai ratusan juta rupiah dalam pertandingan Delapan Besar Liga Remaja (Piala Suratin) pada tahun 2009.

Baca juga: Terungkap! Segini Uang yang Diterima Wasit Nurul untuk Lakukan Pengaturan Skor

Dalam laporan yang dilakukan oleh manager dari kesebelasan PERSEBA Bangkalan itu menyebut bahwa pihaknya sempat dimintai uang senilai Rp 140 juta oleh pria berinisial HS yang merupakan Ketua Pengda PSSI Jawa Timur di Surabaya, tepatnya di bulan Oktober 2009.

Uang ratusan juta itu dijadikan syarat pada saat pihak PERSEBA mengajukan permohonan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) untuk menjadi Tuan Rumah pertandingan Delapan Besar Liga Remaja (Piala Suratin) Seri Nasional 2009.

"Uang itu sebagai syarat untuk meloloskan PERSEBA menjadi Tuan Rumah pertandingan. Selanjutnya untuk memenuhi syarat menjadi tuan rumah pertandingan, korban akhirnya mentransfer uang," ucap Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Menyanggupi syarat itu, pihak dari tim PERSEBA pun memberikan uang tersebut dengan cara mentrasfer beberapa kali dengan nominal Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Namun, belum sempat menyelesaikan pembayaran yang telah disepakati itu, pihak PERSEBA kembali dihubungi oleh IB selaku Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) yang menjadi terlapor dalam kasus itu.

Dalam perbincangan itu, IB turut meminta uang senilai puluhan juta sebagi tambahan agar pertandingan itu dapat digelar di wilayah Bangkalan.

"Terlapor meminta kepada korban uang sebesar Rp 25.000.000 sebagai tambahan uang untuk persetujuan pelaksanaan pertandingan Delapan Besar Liga Remaja (Piala Suratin) Seri Nasional 2009 yang akan dilaksanakan di Bangkalan," tegas Argo.

Hingga akhinya, pertandingan itu pun digelar di wilayah Bangkalan pada bulan Desember 2009. Sayangnya, pihak dari PERSEBA baru menyadari bahwa untuk menjadi tuan rumah dalam pertandingan itu tak ada aturan atau syarat yang menyebut harus memberikan uang.

Baca juga: Siap-siap! Tim Satgas Anti Mafia Bola akan Selidiki Pemain yang Terlibat Pengaturan Skor

Kemudian, pihak PERSEBA langsung melaporkan kejadian itu kepada tim Satgas Anti Mafia Bola. Sehingga, dengan adanya laporan itu, pihak terlapor terancam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5, UU RI No. 8 Tahun 2010.



Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: