Forgot Password Register

Headlines

Selain Rommy, Ini Petinggi Parpol yang Lebih Dulu Terjerat Korupsi

Selain Rommy, Ini Petinggi Parpol yang Lebih Dulu Terjerat Korupsi Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pejabat pemerintah, petinggi politik, hingga kepala daerah mungkin sudah tidak bisa dipisahkan dengan korupsi. Meski tidak semua para pejabat, namun nyatanya banyak yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jumat pagi, (15/32019), KPK kembali meringkus petinggi partai politik, Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam Operasi Tangkap Tangan di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Sidoarjo. 

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur. Pihak yang diamankan hingga saat ini masih diperiksa di Polda Jawa Timur.

Baca juga: Petinggi PPP Sulit Dikonfirmasi Kabar OTT Romahurmuziy

Melansir dari berbagai sumber, berikut lima petinggi partai politik yang terlibat kasus korupsi.

1. Suryadharma Ali

Mantan Menag Suryadharma Ali Mantan. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi penyelengaraan haji di Kementerian Agama tahun 2010-2011 dan 2012-2013. Ia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) didakwa memperkaya diri sendiri hingga Rp1,8 miliar dari pelaksanaan ibadah haji periode 2010-2013 dan menerima satu lembar potongan kain penutup Ka'bah yang disebut kiswah.

2. Luthi Hasan Ishaaq


Luthfi Hasan Ishaaq tersangka kasus suap terkait pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfi Hasan Ishaaq terjerat kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Ia diganjar hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Luthfi bersama rekannya Ahmad Fathanah terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. 

Maria Elizabeth menjanjikan total Rp 40 miliar apabila penambahan 8 ribu ton daging sapi disetujui Kementerian Pertanian.

Baca juga: Ini Penjelasan KPK Soal OTT di Jatim yang Menjaring Ketum Parpol PPP

3. Setya Novanto


Ketua DPR Setya Novanto memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Kasus mega korupsi mantan Ketua DPR Setya Novanto menjadi kasus yang penuh drama. Setelah sebelumnya dilaporkan kabur, ia kemudian ditemukan mengalami kecelakaan yang ternyata menjadi bagian dari aksinya.

Setnov terbukti mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP.  Novanto menerima duit total USD7,3 juta. Duit itu terdiri dari sejumlah USD3,5 juta yang diberikan melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo serta sejumlah USD1,8 juta dan USD2 juta yang diberikan melalui perusahaan Made Oka Masagung.

Selain itu, Novanto juga diyakini hakim menerima satu jam tangan merek Richard Mille seharga USD135 ribu. Hakim menyebut uang USD7,3 juta tersebut ditujukan untuk Novanto meskipun secara fisik uang itu tidak diterima Novanto. 

Mantan Ketua Fraksi Golkar itu divonis hukuman pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

4. Idrus Marham


Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Idrus Marham. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjadi tersangka kasus korupsi kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. 

Idrus Marham didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar. Menurut jaksa KPK, uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Dalam kasus ini, Idrus didakwa bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Eni merupakan anggota Fraksi Partai Golkar.

5. Romahurmuziy


Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

KPK menangkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Wilayah Kementerian Agama di Sidoarjo, pada Jumat (15/3/2019) pukul 09.00 WIB.

Saat ini Rommy telah diamankan di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal. Dalam sebuah OTT, tim KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha mengatakan, bahwa saat ini memang Rommy sapaan akrab Rohmahurmuziy sedang berada di Surabaya, Jawa Timur. Kabar tersebut ia dapat dari ajudan Rommy saat ia hubungi.  

Share :
Komentar :

Terkait

Read More