Forgot Password Register

Skandal Seks Terbesar dari Markas Polisi Ufa Kejutkan Rusia

Skandal Seks Terbesar dari Markas Polisi Ufa Kejutkan Rusia Detektif yang diduga korban pemerkosaan. (Foto: gorozor.ru)

Pantau.com - Sebuah skandal besar telah mengguncang penegakan hukum Rusia setelah tiga perwira tinggi ditahan karena memperkosa seorang detektif perempuan secara bersama-sama dalam sebuah pesta miras di markas polisi di Ufa. 

Masih belum ada kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi Ibu Kota Republik Bashkortostan, Rusia tersebut. Tetapi media sedang menggali dugaan serangan seksual di lokasi kejadian.

Melansir RT, Rabu (7/11/2018), pesta tersebut dilakukan untuk merayakan hari penisu, di mana dua kepala departemen kepolisian, Eduard Matveev (51) dan Salavat Galiyev (50) ikut berkumpul. Kebiasaan Rusia menyatakan bahwa pesta minum membutuhkan setidaknya tiga orang, dan mengundang kepala bagian migrasi berusia 34 tahun, Pavel Yaromchuk untuk bergabung guna memenuhi persyaratan itu. 

Kemudian, seorang polisi wanita yang baru saja lulus berusia 23 tahun ikut bergabung. Sementara rekan detektif yang lain, sudah lebih dulu meninggalkan markas polisi tersebut. 

Baca juga: Keji! Anak Usia 4 Tahun di India Diperkosa oleh Perawat Rumah Sakit

Lantaran di bawah pengaruh alkohol, ketiga polisi senior itu mulai berlaku jahat. Serangan seksual terhadap wanita itu pun terjadi. Mulai dari menyobek baju, hingga melakukan rangsangan. Sementara, wanita itu tak dapat berbuat apa-apa.

Untuk diketahui, Matveev, Galiyev dan Yaromchuk menyerang wanita muda itu, meski tahu bahwa dia adalah putri seorang komandan berpangkat tinggi pada Garda Nasional Rusia (Rosgvardia).

Penyidik ​​dari Otoritas Keamanan Rusia telah tiba di Ufa untuk membantu polisi setempat dalam penyelidikan atas insiden yang memalukan itu, yang telah menyebabkan kemarahan publik yang luas.

Baca juga: Menentang Perdagangan Senjata, Menteri di Australia Terima Ancaman Pemerkosaan

Sumber mengatakan kepada media setempat bahwa pemeriksaan medis forensik menetapkan bahwa korban mengalami kerusakan pada alat kelaminnya. Namun, beberapa di polisi membela rekan-rekan mereka dan mempertanyakan peristiwa pemerkosaan itu.

 “Tak seorang pun di sini meragukan bahwa ada hubungan seksual ... Tapi ada pendapat bahwa itu terjadi dengan persetujuan bersama. Dan di pagi hari, gadis itu hanya merasa malu pada dirinya sendiri dan mendapat ide melaporkan perkosaan, ”kata seorang perwira yang tidak disebutkan namanya, yang bekerja dengan Matveev.

Khususnya, media lokal melaporkan bahwa itu bukan klaim perkosaan pertama yang diajukan oleh detektif junior. Selama masa kuliahnya, dia berhubungan seks dengan sesama siswa di kelas, dan tindakan itu tertangkap di CCTV.

“Dia selalu arogan. Dia menyukai perhatian pria dan tidak pernah memiliki masalah dengan itu karena penampilannya," kata salah satu temannya mengungkapkan.

Berbagai media juga memposting ulang foto dirinya mengenakan bikini dan memperlihatkan gaun, yang diduga berasal dari akun media sosial detektif junior yang sudah dihapus.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More