Forgot Password Register

Sosok Lilik Abdul Hamid, WNI Korban Penembakan Brutal di Christchurch

Sosok Lilik Abdul Hamid, WNI Korban Penembakan Brutal di Christchurch Lilik Abdul Hamid, WNI yang meninggal dunia dalam tragedi penembakan di Christchurch Selandia Baru. (Foto: Facebook)

Pantau.com - Seorang ayah dengan dua anak yang bekerja sebagai insinyur untuk maskapai Air New Zealand menjadi salah satu di antara puluhan korban tewas akibat penembakan massal di masjid Deans Ave, Selandia Baru, Jumat (15 Maret 2019).

Air New Zealand telah mengkonfirmasi Lilik Abdul Hamid, WNI yang bekerja sebagai insiyur maskpai tersebut di Christchurch, berada di dalam masjid pada waktu serangan terjadi.

Melansir nzherald.co.nz, Senin (18/3/2019), Lilik Abdul Hamid diketahui sudah menikah dan memiliki dua orang anak.

Ketua Air New Zealand Christoper Luxor mengatakan, maskapai tersebut berdukacita atas kehilangan salah satu orang di timnya.

Baca juga: Kisah Heroik Seorang Ayah Lindungi Anak dari Serangan Teror di Masjid

Lilik Abdul Hamid. 

"Lilik telah menjadi bagian dalam tim teknik di Christchurch selama 16 tahun, tetapi ia lebih dulu tahu tim ketika ia bekerja dengan teknisi pesawat kami di luar negeri," ungkapnya.

"Persahaban yang mereka buat pada waktu itu membuat ia mengajukan dirinya di Air New Zealand dan membuatnya pindah ke Christchurch. Kehilangannya akan sangat dirasakan oleh tim," tambahnya.

Ia menambahkan, Lilik beserta istrinya, Nina, dan kedua anaknya Zhania dan Gerin sudah lama dikenal dan dicintai oleh tim teknik, yang saat ini melakukan sebisa mungkin untuk memberikan dukungan kepada keluarganya bersama tim teknik dan bantuan khusus maskapai.

"Banyak keluarga lainnya, termasuk dari beberapa anggota tim kami, yang juga kehilangan orang yang dicintai dalam tragedi tersebut, serta masyarakat luas Muslim dan Christchurch," kata Luxon.

Baca juga: Polisi Selandia Baru Cabut Larangan Dekati Masjid Usai Serangan Teror

Seperti banyak orang di Selandia Baru dan di seluruh dunia, saya sangat terkejut dengan tragedi di hari Jumat itu. Selandia Baru dikenal secara internasional merupakan negara yang memberikan kehangatan dan menerima semua orang," tutupnya.

Setidaknya 49 orang meninggal dunia akibat penembakan di dua masjid di Christchurch dalam serangan teror. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka masih dalam perawatan.

Brenton Tarrant (28) asal Australia, telah didakwa dengan pembunuhan massal, sementara itu dua orang lainnya masih dalam penyelidikan polisi. Polisi telah memperingatkan netizen untuk tidak menggunggah atau menyebarluaskan video terkait dengan penembakan di masjid di Selandia Baru.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More