Forgot Password Register

Sri Mulyani Klaim RUU AFAS Dorong Persaingan Jasa Keuangan Domestik

Sri Mulyani Klaim RUU AFAS Dorong Persaingan Jasa Keuangan Domestik Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap pengesahan protokol pelaksanaan paket komitmen keenam bidang jasa keuangan dalam persetujuan kerangka kerja ASEAN di bidang jasa (ASEAN Framework Agreement in Services/AFAS) mendorong persaingan sehat industri jasa keuangan domestik.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna, DPR telah menyetujui pengesahan RUU tentang Pengesahan "Protocol to Implement the Sixth Package of Commitment on Financial Services under ASEAN Framework Agreement in Services" (AFAS) menjadi UU.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018), Sri Mulyani mengatakan persaingan yang sehat itu akan meningkatkan daya saing penyedia jasa keuangan domestik dan mendorong pertumbuhan industri keuangan.

Baca juga: Ini Alasan Sri Mulyani Dukung RUU Protokol Jasa Keuangan AFAS

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menilai bahwa hal tersebut pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat karena mendapatkan produk jasa keuangan yang lebih efisien.

"Kami sadar pengesahan rancangan UU ini merupakan langkah awal. Masih banyak hal yang perlu diperkuat untuk dapat memperoleh manfaat optimal dari protokol keenam jasa keuangan AFAS," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Ini Paparan Menteri Sri Mulyani di Amerika Soal Reformasi Fiskal Moneter Indonesia

Wujud upaya mengoptimalkan protokol keenam jasa keuangan AFAS adalah dengan menjalin komunikasi dengan otoritas negara mitra guna memfasilitasi upaya perbankan nasional dalam rangka memasuki pasar ASEAN.

"Komunikasi akan dilakukan sampai level pemimpin tertinggi. Komunikasi dengan pelaku perbankan merupakan aspek penting dalam implementasi dan pengembangan kerja sama internasional jasa keuangan," kata Sri Mulyani.

Selain itu, ia juga mengatakan penguatan industri keuangan domestik merupakan hal yang penting agar dapat memanfaatkan kerja sama keuangan di ASEAN.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More