Forgot Password Register

Tolak Berikan ke AS, Ethiopian Airlines Selidiki Black Box di Perancis

Tolak Berikan ke AS, Ethiopian Airlines Selidiki Black Box di Perancis Bagian pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di Addis Ababa. (Foto: Reuters/Tiksa Negeri)

Pantau.com - Pengawas keselamatan penerbangan Prancis, Bureau d'Enquêtes et d'Analyses pour la Sécurité de l'Aviation Civile (BEA) akan menganalisis kotak hitam Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 yang jatuh pada Minggu (10 Maret 2019) di Addis Ababa.

"Pihak Ethiopian telah meminta bantuan BEA untuk menganalisis FDR dan CVR untuk dianalisis dan komunikasi apapun guna membantu investigasi pesawat itu," kata BEA dalam akun Twitternya, Rabu (13 Maret 2019).

Ethiopian Airlines sebelumnya menolak untuk mengirim Black Box ke Amerika Serikat, di mana Boeing 737 Max 8 diproduksi, menurut Globe and Mail, seperti dilansir Sputnik, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Mengenal Ethiopian Airlines, Maskapai Penerbangan Terbesar di Afrika

Otoritas penerbangan AS mengeluarkan pernyataan mengenai larangan penerbangan untuk semua Boeing 737 Max 8 dan 9 usai jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Awal pekan ini, US Federal Aviation Administration bersikeras bahwa pesawat itu aman digunakan, meskipun ada kekhawatiran yang meningkat usai kecelakaan pesawat.

FAA mengatakan, dalam investigasi penyebab jatuhnya Ethiopian Airline ditemukan adanya bukti baru yang membuat Trump segera memerintahkan untuk melarang penerbangan Boeing 737 Max 8.

Sejauh ini, sejumlah negara di antaranya Indonesia, Australia, Kanada, India, Selandia Baru, Prancis, Jerman, Afrika Selatan, Uni Eropa, China, serta Rusia telah menangguhkan penerbangan untuk pesawat jenis Boeing 737 Max 8.

Baca juga: Menilik Tipe Pesawat Nahas Ethiopian Airlines dengan Lion Air JT-610

Pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737-800 MAX dengan nomor penerbangan ET 302 jatuh di Kota Bishoftu, yang berada 62 kilometer di tenggara Ibu Kota Ethiopia Addis Ababa, pada Minggu pagi, 10 Maret 2019.

Menurut laporan Reuters, CEO maskapai itu mengungkapkan kepada para wartawan bahwa di antara 157 korban tewas terdapat sejumlah warga dari sedikitnya 30 negara, termasuk Indonesia.

Pesawat Boeing 737, dengan nomor registrasi ET-AVJ itu, jatuh di sekitar Bishoftu, atau Debre Zeit, 50 kilometer sebelah selatan ibukota Ethipia, tak lama setelah lepas landas pukul 08.38 pagi waktu setempat.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More