Forgot Password Register

Trump: Obama Naturalisasi 2500 Warga Iran Bagian Kesepakatan Nuklir 2015

Donald Trump (kiri) dan Barack Obama. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque) Donald Trump (kiri) dan Barack Obama. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pantau.com - Donald Trump mengklaim ribuan orang Iran diberikan kewarganegaraan AS sebagai bagian dari kesepakatan nuklir 2015. Namun hal itu dianggap belum bisa dibuktikan kebenarannya. 

 “Hanya bahwa pemerintahan Obama memberikan kewarganegaraan, selama negosiasi Kesepakatan Iran yang mengerikan, kepada 2.500 orang Iran, termasuk pejabat pemerintah. Seberapa besar (dan buruknya) itu? ” kata Trump melansir The Guardian, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Oprah Winfrey Ikut Pilpres AS?

Populasi Amerika Iran saat ini berjumlah sekitar satu juta orang. Sementara jumlah warga Iran yang memilih AS sebegai warga negaranya menurun antara tahun 2015 dan 2016, dari 10.344 menjadi 9.507.

Klaim 2.500 warga Iran yang dijadikan warga AS sebagai bagian dari kesepakatan nuklir pertama kali dibuat dalam sebuah wawancara surat kabar pada 26 Juni dengan Mojtaba Zonnour. Hal itu dikatakan oleh seorang anggota parlemen dari pusat agama Suriah Iran di Qom.

Dia adalah seorang pengkritik secara terang-terangan terhadap Presiden Hassan Rouhani atas perjanjian nuklir yang disepakati pada tahun 2015 lalu.

Baca juga: Polisi Salah Tembak Warga, Bom Molotov Hantam Nantes Prancis

Seperti diketahui, Trump keluar dari kesepakatan JCPOA pada bulan Mei lalu. Oleh karenanya, Zonnour langsung protes dan membakar bendera AS dalam sebuah sidang parlemen.

"Ketika Obama, selama negosiasi JCPOA, memutuskan untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang ini (Rouhani dan pembantu-pembantunya), dia memberikan kewarganegaraan kepada 2.500 orang Iran dan beberapa pejabat saling berkompetisi atas anak-anaknya yang dapat menjadi bagian dari 2.500 orang ini," terang Zonnour.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More