Forgot Password Register

Trump Perintahkan Militer AS Gempur Pusat Senjata Kimia Suriah

Trump Perintahkan Militer AS Gempur Pusat Senjata Kimia Suriah Donald Trump. (Foto: Reuters/Yuri Gripas)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pelaksanaan serangan dengan menargetkan kemampuan senjata kimia Presiden Suriah Bashar al-Assad. 60 orang tewas dalam serangan di Douma, Ghota Timur Sabtu 7 April lalu.

Trump mengatakan operasi gabungan dengan Prancis dan Inggris sedang bergerak menuju sasaran dan bahwa mereka siap melanjutkan tindakan itu sampai Suriah menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Saya baru saja memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melakukan serangan secara tepat terhadap target-target yang berhubungan dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

Baca juga: Ganggu Stabilitas Keamanan, Suriah Kecam Aksi Militer Amerika Serikat

"Ini bukan aksi manusia. Ini adalah aksi kejahatan yang dilakukan oleh monster," kata Trump.

Ia mengacu pernyataannya pada Assad dan peranan presiden Suriah itu dalam serangan senjata kimia.Ketika Trump berbicara, sejumlah ledakan terdengar di Damaskus. "Tujuan aksi kita malam ini adalah untuk membuat pencegahan kuat terhadap produksi, penyebaran dan penggunaan senjata nuklir," kata Trump.

Baca juga: AS: Perang Dingin Opsi Terakhir Hadapi Rusia

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan tetap menyerang pemerintahan Suriah jika tidak direstui PBB. Penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, Sabtu 7 April lalu. Duta Besar AS untuk PBB Niki Haley bahkan menyerang Rusia dan Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

"Kami telah mencapai saat ketika dunia harus melihat keadilan ditegakkan," kata Haley di hadapan Dewan Keamanan PBB pada hari Senin 9 April 2018. Rusia mendukung 'monster' Assad, yang membunuh anak-anak dengan senjata kimia," ujar Haley seperti dikutip Pantau.com dari RT, Selasa (10/4/2018).

“Rezim Rusia, yang tangannya penuh dengan darah anak-anak Suriah, tidak malu dengan gambar para korbannya. Kami telah mencoba itu sebelumnya," kata Haley."Tidak ada pemerintahan beradab yang akan berhubungan dengan rezim pembunuh Assad," tegas wanita berambut panjang itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More