Pantau Flash
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola
Tundukkan Wakil China, Della/Rizki Juara Vietnam Open 2019
Persija Jakarta Taklukkan PSIS Semarang dengan Skor 2-1

Trump: Saya Tak Butuh Persetujuan Kongres untuk Menyerang Iran

Trump: Saya Tak Butuh Persetujuan Kongres untuk Menyerang Iran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters//Erin Scott)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa tidak perlu persetujuan Kongres untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

"Saya akan lakukan," kata Trump pada Senin, 24 Juni 2019, ketika ditanya oleh harian The Hill, apakah ia yakin memiliki kewenangan melancarkan serangan kepada Iran tanpa mendapatkan persetujuan dari Kongres Amerika Serikat.

"Kami telah mengikuti semua syarat Kongres untuk apa yang kita lakukan.. tapi saya tidak perlu melakukannya secara legal," kata Trump.

Baca juga: Korps Marinir Lengkap Milik AS Tiba di Pantai Iran

Pemimpin Demokrat Nancy Pelosi telah menuntut Trump harus mendapatkan izin dari Kongres sebelum melancarkan serangan terhadap Iran atau bangsa lain, seperti dilansir Sputnik, Rabu (26/6/2019).

Selain itu, pemimpin minoritas Senat Charles Schummer (D-N.Y.) mengatakan, Demokrat menegaskan kepada Trump bahwa dirinya memerlukan otorisasi Kongres sebelum melakukan perintah penyerangan.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan dua kapal tanker minyak oleh Teheran di Teluk Oman. Kemudian, pada pekan lalu, Iran menembak jatuh drone militer AS karena dianggap melanggar wilayah udaranya.

Baca juga: Ini Drone RQ-4A Global Hawk Milik AS yang Nyaris Bikin Perang Dunia

Usai insiden itu, Trump telah melancarkan perintah serangan militer AS terhadap Iran, namun dibatalkan di menit-menit terakhir karena sekitar 150 orang akan menjadi korban dalam serangan itu.

Trump dikabarkan telah menyetujui serangan oleh militer AS terhadap Teheran, namun kemudian dibatalkan di menit-menit terakhir. "Kami telah siap menyerang, lalu saya bertanya kembali, berapa banyak orang yang akan mati?, seorang jenderal mengatakan 150 orang," ucap Trump dalam Twitternya.

"Saya memerintahkan untuk membatalkan serangan, nyawa itu tidak sepadan dengan drone yang ditembak jatuh. Saya tidak terburu-buru, militer kita dapat dibangun kembali, sejauh yang terbaik untuk dunia," jelas Trump.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: