Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Ungkap Karakter Seseorang dari Caranya Berjabat Tangan

Ungkap Karakter Seseorang dari Caranya Berjabat Tangan Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Disadari atau tidak tindak tanduk setiap orang dapat menggambarkan kepribadiannya, termasuk saat berjabat tangan kita bisa membaca apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang yang lain.

Baca juga: Kalem, Begini Cara Terhindar dari Emosi Berkendara Saat Berpuasa

Diwartakan laman Times of India, Selasa (14/5/2019) setidaknya ada lima karakter jabatan tangan yang dapat menggambar perasaan lawan bicaranya.

1. Telapak tangan berkeringat

Saat berjabat tangan dengan seseorang yang tangannya berkeringat, itu menandakan ia sedang gugup. Kemungkinan juga orang itu merasa sadar diri dan tegang saat berhadapan dengan sesuatu baik pembahasan ataupun si lawan bicaranya.

2. Telapak tangan lemas

Saat bersalaman terasa tangan si lawan lemas, bak terasa menggenggam ikan yang mati, artinya orang tersebut merasa tidak tertarik dan tidak bersemangat baik tema obrolan maupun si lawan jabat tangan.

3. Terlalu kuat

Ada kalanya jabatan tangan membuat tangan sakit karena seperti teremas. Ini menunjukkan orang tersebut ingin mengintimidasi si lawannya, menguji mental dan kekuatan, atau ada juga saat ia terlalu bersemangat.

4. Balas peluk tangan

Biasanya kerap dilakukan dan taktik politisi, karena ingin menunjukkan sebagai orang hangat dan penuh kasih pada orang sekitarnya. Terlihat saat orang tersebut menggunakan satu tangannya lagi untuk pemeluk tangan si lawan bicaranya.

Baca juga: Kenapa Ada Orang yang Mudah Emosi Saat Berpuasa?

5. Tos tangan terkepal

Kategori ini mungkin bisa dianggap bukan jabat tangan, melainkan sebuah bahasa atau isyarat orang itu menganggap lawannya sebagai teman atau sahabat. Biasanya digunakan untuk mencairkan suasana, atau menciptakan hubungan yang lebih santai dan menyenangkan.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: