Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Usut Penyelewengan Dana Kemah, Polisi Gunakan Metode Jemput Bola

Headline
Usut Penyelewengan Dana Kemah, Polisi Gunakan Metode Jemput Bola Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com/Anugerah Ali)

Pantau.com - Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan menyebut bahwa dalam upaya pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana kemah, pihaknya menggunakan metode jemput bola. Upaya itu dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan.

Metode jemput bola itu dilakukan dengan cara tim penyidik bertolak ke Yogyakarta untuk memeriksa belasan saksi yang diketahui terlibat dalam kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang diselenggarakan di pelataran Candi Prambananan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017.

"Kita menjemput bola di wilayah Yogya untuk percepatan kita. Sudah belasan saksi kita periksa di Yogyakarta," ucap Adi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, (14/3/2019).

Baca juga: Usut Penyelewengan Dana Kemah, Polisi Panggil Eks Sekjen Muhammadiyah

Belasan saksi yang telah dimintai keterangan itu merupakan pihak penyelenggara dari Pemuda Muhammadiyah. Selain itu, mereka juga diduga mengetahui tentang jumlah peserta dan biaya dalam kegiatan itu.

"Ada panitia, koordinator wilayahnya yang menghadirkan peserta dari beberapa daerah, karena yang menghadirkan dari beberapa daerah itu menyampaikan keterangan berapa peserta yang hadir. Kemudian berapa biaya yang dikeluarkan, sehingga nilainya jadi jelas," papar Adi.

Diberitakan sebelumnya, dana penyelenggaraan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia pada 2017 diduga bermasalah. Laporan dugaan penyimpangan itu sedang ditangani Polda Metro Jaya.

Panitia Kemah Pemuda lantas mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menjadi penyedia anggaran acara tersebut.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana Kemah, Polisi Konfrontir Keterangan Saksi

Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia digelar dengan APBN Kemenpora RI di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 lalu. 

Namun, dalam kegiatan itu ditemukan dugaan penyelewengan dana. Sehingga pihak Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kemenpora untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti dan melakukan penyidikan.

Dalam penyidikan kasus itu, kepolisian telah memanggil staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Abdul Latif, Ketua Panitia dari Gerakan Pemuda (GP) Anshor Safarudin, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua Panitia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: