Pantau Flash
The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1

Yusril: Sengketa Pilpres di MK Adalah Upaya Konstitusional Terakhir

Yusril: Sengketa Pilpres di MK Adalah Upaya Konstitusional Terakhir Konpers Tim Hukum TKN Jokowi Maruf (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Ketua Tim Kuasa Hukum TKN Yusril Ihza Mahendra mengatakan proses gugatan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan upaya hukum terakhir. Karenanya, ia mengajak seluruh pihak agar menghormati putusan MK yang telah menolak gugatan Paslon 02 Prabowo-Sandi. 

"Tim Kampanye Nasional dan Tim kuasa Hukum paslon 01 meminta kepada semua pihak untuk menghormati dan tunduk pada putusan tersebut. Permohonan sengketa di MK adalah upaya konstitusional terakhir, sehingga semua pihak harus menerima dan menjalankan putusan ini," kata Yusril di rumah Pemenangan TKN, Jalan Cemara no. 19, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). 

Baca juga: KPU Harap Jokowi dan Prabowo Hadiri Penetapan Presiden Terpilih

Menurut Yusril, tidak ada pihak mana pun yang berhak menilai putusan MK, karena putusan tersebut bersifat final dan mengikat.

"Artinya mengikat tidak ada upaya hukum lain yang bisa ditempuh dan putusan ini mengingat untuk semua pihak," kata Yusril. 

Sebagai bentuk menghormati putusan MK, Yusril juga meminta agar tak ada pihak yang melakukan aksi dan bisa menjaga stabilitas keamanan negara. Sementara itu terhadap relawan Jokowi-Ma'ruf diingatkan agar tidak melakukan selebrasi berlebihan yang bisa menyinggung perasaan pihak lain. 

"Mari kita tetap membuat suasana kondusif di negara ini," pungkasnya. 

Baca juga: Pasca Putusan MK: Sikap Kurang Legowo Prabowo Ditulis Media Asing

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: