Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hujan dan Kurangi Dampak Karhutla di Kabupaten Solok

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hujan dan Kurangi Dampak Karhutla di Kabupaten Solok
Foto: (Sumber: Bupati Solok Jon Firman Pandu saat mengikuti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk bantu kurangi dampak karhutla di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.)

Pantau - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berhasil menurunkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sehingga mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda daerah tersebut.

"Alhamdulillah perjuangan kita ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan modifikasi cuaca," ungkap Bupati Solok Jon Firman Pandu.

OMC digelar sebagai respons atas kekeringan ekstrem yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir, menyebabkan lebih dari 60 hari tanpa hujan di Kabupaten Solok.

Fokus Penanganan di Wilayah Tanggap Darurat

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Dedi Kurniawan, OMC telah dilakukan selama lima hari dan difokuskan pada Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

"OMC ini difokuskan pada Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota, yang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat karhutla," ia mengungkapkan.

Upaya ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Solok ke kantor BNPB di Jakarta dan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Solok melaporkan bahwa kekeringan dan karhutla telah mengancam pasokan air bersih serta produktivitas pertanian masyarakat.

Hingga 19 Juli 2025, BPBD Kabupaten Solok mencatat 92 kejadian bencana, dengan 83 di antaranya merupakan kasus kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, dua kejadian berupa kebakaran rumah, enam pohon tumbang, dan satu angin puting beliung juga tercatat sepanjang periode tersebut.

Pada bulan Mei, tercatat empat kejadian pohon tumbang dan satu angin puting beliung.

Pada bulan Juli, terjadi 22 kejadian, terdiri dari 20 karhutla dan dua pohon tumbang.

Kerja Sama Pemerintah Pusat dan Daerah Berbuah Hasil

Pemerintah pusat dan provinsi menyelenggarakan OMC sebagai bentuk mitigasi dampak kekeringan dan karhutla di Sumatera Barat.

Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi prioritas utama karena tingginya tingkat kekeringan dan kebakaran.

Status tanggap darurat karhutla ditetapkan karena musim kering ekstrem yang berkepanjangan.

"Alhamdulillah, hujan sudah turun di wilayah kita. Ini sangat membantu petani dan masyarakat," ungkap Jon Firman Pandu.

Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan pemantauan cuaca akan terus dilakukan dan siap berkoordinasi kembali dengan BNPB serta BMKG jika situasi memburuk.

Keberhasilan OMC menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana secara cepat dan tepat.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan