
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena “Godzilla El Nino”.
Antisipasi Kemarau Ekstrem dan Dampak Pertanian
Khofifah menegaskan pentingnya mitigasi yang terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda," ungkapnya.
Pompa air dalam disiapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Target Indeks Pertanaman (IP) diharapkan tetap berada pada angka 2,7 meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Penguatan Logistik dan Sistem Digital
Selain mitigasi, Khofifah juga meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga BPBD di Sidoarjo sebagai upaya penguatan kapasitas kebencanaan.
Gedung Gerha Majapahit difungsikan sebagai pusat logistik dan peralatan kebencanaan, sementara gedung olahraga digunakan untuk pelatihan dan peningkatan kebugaran personel.
Ia menekankan pentingnya sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In First Out (FIFO).
"Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal," ujarnya.
"Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka, FIFO Sistem bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik," tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyebut pembangunan fasilitas tersebut bertujuan meningkatkan tata kelola logistik dan operasional kebencanaan.
"Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan," ungkapnya.
Gedung olahraga juga dimanfaatkan untuk pembinaan fisik dan pelatihan guna meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat.
Proses pembangunan dilakukan dengan pendampingan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








