
Pantau - Harga komoditas cabai secara nasional mulai melandai menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman.
Ia menyatakan bahwa kondisi harga cabai yang sempat tinggi kini mulai terkendali seiring lancarnya panen dan distribusi hasil pertanian.
“(Harga) cabai, kemarin yang aku pantau itu cukup baik, bahkan turun,” ungkapnya.
Penurunan Harga Didukung Cuaca dan Produksi
Penurunan harga cabai dipengaruhi oleh musim hujan yang memperlancar panen di berbagai daerah sentra produksi.
Meskipun terdapat cuaca ekstrem dan bencana alam di sejumlah wilayah, kenaikan kecil pada harga cabai masih dianggap wajar.
“Tetapi karena ada bencana, hujan, kalau cabai naik sedikit masih wajar,” ia mengungkapkan.
Data Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional per 21 Desember 2025 mencatat penurunan signifikan pada beberapa jenis cabai.
Harga cabai merah keriting turun 7,82% dari Rp60.461 per kilogram menjadi Rp55.734 per kilogram.
Harga cabai rawit merah turun 6,03% dari Rp70.996 per kilogram menjadi Rp66.713 per kilogram.
Sedangkan cabai merah besar mengalami penurunan 7,61% dari Rp52.554 per kilogram menjadi Rp49.847 per kilogram.
Penurunan harga tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah menjaga kelancaran distribusi dari sentra produksi, termasuk dari daerah terdampak bencana.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengiriman hasil panen cabai dari petani Aceh ke Jakarta menggunakan armada udara logistik bantuan.
“Petani kita, termasuk cabai, tidak boleh rugi. Mereka harus kita bantu. Hasil jerih payah mereka harus terdistribusikan dengan baik ke daerah konsumen yang membutuhkan pasokan, seperti Jakarta. Ini telah kami lakukan,” tegas Andi Amran.
Produksi Nasional Diproyeksikan Cukup
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Desember 2025, produksi cabai nasional dinilai mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Produksi cabai besar pada bulan Desember diperkirakan mencapai 127,8 ribu ton, meningkat 22,3% dari capaian November yang sebesar 104,5 ribu ton.
Untuk cabai rawit, produksi pada Desember diperkirakan mencapai 108,6 ribu ton.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah diperkirakan berada pada kisaran 76 hingga 78 ribu ton per bulan.
Stok nasional cabai hingga akhir 2025 juga masih dalam kategori aman.
Cadangan cabai besar tercatat sekitar 63,4 ribu ton, sedangkan cabai rawit mencapai 49,3 ribu ton.
- Penulis :
- Gerry Eka









