
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tengah memasuki tahap akhir perundingan tarif perdagangan bilateral, sebagaimana dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin sore, 5 Januari 2026.
Rapat tersebut membahas kondisi ekonomi makro dan perkembangan terkini perundingan tarif dengan Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa proses negosiasi saat ini telah masuk ke tahap pengecekan akhir dan penyusunan draf perjanjian.
"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro, juga progress daripada perundingan dengan Amerika Serikat, mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retreat," ungkapnya kepada wartawan usai rapat.
Tim RI dan AS Akan Bahas Detail Hukum Perjanjian
Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan antara tim negosiasi Indonesia dan Amerika Serikat akan dilaksanakan pada 12–19 Januari 2026 di Washington D.C.
"Itu (tanggal) 12–19. Itu legal drafting detail," ia mengungkapkan.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Airlangga telah bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Duta Besar Jamieson Greer di Washington D.C., sebagai bagian dari upaya finalisasi tarif impor.
Tarif saat ini terhadap produk Indonesia di AS tercatat sebesar 19 persen, dan sedang dibahas untuk diturunkan atau diberikan pengecualian.
Langkah lanjutan yang direncanakan termasuk legal scrubbing dan clean-up document yang ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu pada minggu kedua Januari 2026.
Substansi Perjanjian Disepakati, RI Fokus Perluas Akses dan Kerja Sama
Airlangga menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati substansi perjanjian yang dituangkan dalam draf Agreements on Reciprocal Trade (ATR) Indonesia-AS.
Dokumen ATR tersebut ditargetkan selesai pada minggu ketiga Januari 2026.
Dalam perjanjian itu, Indonesia berkomitmen untuk membuka akses pasar bagi produk Amerika Serikat, mengatasi hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama dalam perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, serta memperluas kerja sama komersial lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat akan memberikan pengecualian tarif untuk beberapa produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan sejumlah komoditas strategis lainnya.
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas tersebut dengan didampingi oleh beberapa menteri, antara lain Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Rapat berlangsung selama lebih dari dua jam sebelum Presiden Prabowo meninggalkan Istana untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 di kawasan GBK, Senayan.
- Penulis :
- Leon Weldrick








